logo alinea.id logo alinea.id

SMF kembali salurkan KPR subsidi di 2019

SMF menandatangani PKO dengan 14 bank penyalur kredit perumahan rakyat dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 18 Jan 2019 07:20 WIB
SMF kembali salurkan KPR subsidi di 2019

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menandatangani perjanjian kerja sama operasional (PKO) dengan 14 bank penyalur kredit perumahan rakyat dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP). 

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyatakan target penyaluran kredit dari SMF sebesar Rp2,3 triliun atau 25% dari kredit yang disalurkan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) yang sebesar Rp7,1 triliun tahun ini.

"Penyaluran KPR FLPP kembali oleh SMF dan bank menjadi wujud kami mendorong  ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," ujar Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam keterangan resmi, Jumat (18/1).

Adapun 14 bank yang menyalurkan KPR FLPP bersama SMF yakni FLPP, diantaranya yaitu Bank BTN, Bank Papua, Bank Kalbar, Bank  Artha Graha, Bank Sultra, Bank NTT, dan Bank Jatim. Selanjutnya, Bank BJB, Bank Sulselbar, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel, UUS Bank BTN,  UUS Bank BJB, UUS Bank Jatim, dan UUS Bank Sumut.

Ananta mengatakan penandatanganan ini merupakan kerjasama lanjutan setelah PKO sebelumnya yang ditandatangani bersama, PPDPP, SMF dan Bank Pelaksana, pada 14 Agustus 2018. Rencananya, komitmen bersama ini akan ditegaskan ulang setiap tahun.

 

Penyaluran KPR FLPP 2018

Sementara, Ananta mengatakan sejak Agustus 2018 hingga saat ini, SMF telah berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP kepada 28.932 debitur dengan total penyaluran dana sebesar Rp948 miliar. Kredit ini disalurkan melalui 10 bank penyalur KPR FLPP. Program ini juga merupakan bagian dari realisasi penyaluran KPR FLPP dari pemerintah sebesar total Rp5,89 triliun sepanjang 2018.

Sponsored

Adapun dalam program penyaluran KPR FLPP ini, SMF memiliki peran dalam mengurangi beban fiskal pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP. Sehingga, pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%. 

Ananta menuturkan dukungan dari SMF adalah menjamin ketersediaan  likuiditas bagi bank penyalur KPR FLPP. "Sehingga semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP. Selain itu, adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect," kata dia.

Ananta juga mengaku optimis, dengan adanya sinergi  yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, program sejuta  rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia. Khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan rumah.