sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Soal transportasi Jatim, Emil silang pendapat dengan Menhub

Menurutnya, lebih layak mengembangkan lintas rel terpadu (LRT).

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Sabtu, 08 Feb 2020 17:31 WIB
Soal transportasi Jatim, Emil silang pendapat dengan Menhub
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, menilai, lebih tepat mengembangkan lintas raya terpadu (LRT) di daerahnya. Ini berbeda dengan keinginan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi.

"Menhub inginnya investasi transportasi yang tidak terlalu membutuhkan investasi terlalu besar," ujar Emil, di Kota Surabaya, Sabtu (8/2). Budi Karya condong pengembangan autonomous rail rapid transit (ART) dan troley bus.

Dia menerangkan, telah menyampaikan usulannya kepada Budi Karya, beberapa hari lalu. Sebelumnya, diutarakan kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Pertimbagannya mengusulkan LRT, lantaran diminati badan usaha milik negara (BUMN). "Ada PII (PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia), ada SMI (PT Sarana Multi Infrastruktur)," tuturnya.

Dirinya berpandangan, transportasi massal layak dikembangkan di Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila). Dengan mengoptimalkan jaringan rel yang ada.

Pertimbangan lain, tersedia rel di jalur utara selatan. Dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya; Gubeng, Sidoarjo; dan Malang. Sedangkan untuk jalur timur-barat, hasil studi menyebutkan, butuh transportasi melayang (elevated).

Meski demikian, Emil enggan tergesa-gesa mewujudkan opsi tersebut. Meski telah ada studi jaringan kereta api dan LRT.

"Kemenkeu (Kementerian Keuangan) dan BUMN masih akan melakukan studi penajaman tentang opsi LRT, ART, atau troley bus," tutupnya.

Sponsored
Berita Lainnya