logo alinea.id logo alinea.id

Sri Mulyani: Ekonomi global seperti ice cream yang meleleh

Apabila tidak segera diantisipasi, maka ekonomi dunia bisa sangat rentan.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 06 Des 2018 11:16 WIB
Sri Mulyani: Ekonomi global seperti ice cream yang meleleh

Menteri Keuangan Sri Mulyani menganalogikan ekonomi global seperti ice cream yang meleleh. Apabila tidak segera diantisipasi, maka ekonomi dunia bisa sangat rentan. 

Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat membuka acara Pertemuan Tahunan Forum Internasional Pengembangan Ekonomi (AIFED - Annual International Forum on Economic Development and Public Policy) Annual International  Pengembangan ekonomi ke-8 di Nusa Dua Bali, pada 6-7 Desember 2018. 

"Itu terjadi pada tahun 2008-2009 saat terjadi krisis keuangan global. Waktu itu ancaman terhadap perekonomian dunia sangat nyata, sehingga insiatif untuk membentuk G20 leaders mulai dilakukan," jelas Sri Mulyani di Nusa Dua Bali, Kamis (6/12). 

Pembicaraan kala itu membahas bagaimana menyelamatkan ekonomi dunia, setelah terjadinya bangkrutnya Lemon Brothers dan ditutupnya perusahaan asuransi terbesar AIG. 

Terkait dengan penyelenggaraan AIFED oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu). Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, tema yang diambil pada tahun ini adalah 'Building for the Future: Stregthening Economic Transformation in Facing Forward Global Evolution'

Tema itu sangat penting dan sesuai dengan fokus Indonesia untuk terus membangun ekonomi yang kuat. Juga bagaimana transformasi harus didesain dan reformasi yang perlu disiapkan. Sehingga Indonesia mampu untuk terus maju dan bisa menyelesaikan atau menjawab berbagai kelemahan yang masih ada. 

"Apakah itu di dalam neraca pembayaran, industrialisasi, kualitas Sumber Daya Alam (SDA), dan produktivitas," ujar Sri Mulyani saat membuka AIFED di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12). 

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKF Kemenkeu, Suasil Nazara menjelaskan AIFED merupakan tahunan yang dilaksanakan atas kerja sama Kemenkeu dengan Asian Development Bank dan Pemerintah Asutralia melalui Program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian/PROSPERA. 

Sponsored

Penyelenggaraan AIFED bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai transformasi ekonomi Indonesia, dalam konteks perubahan lanskap global. Guna mewujudkan visi transformasi ekonomi Indoensia menjadi negara maju. 

"AIFED merupakan saran bagi para pembuat kebijakan untuk berkolaborasi mengindentifikasi tantangan yang akan dihadapi serta menyiapkan strategi kebijakan mampu memanfaatkan potensi profil demografi dan kemajuan teknologi," jelas Suhasil.

Bersamaan dengan pelaksanaan AIFED, rangkaian kegiatan Fiscal Day juga diselenggarakan dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat peranan Kemenkeu, khususnya BKF dalam merumuskan kebijakan fiskal untuk mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera.