close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Dokumentasi Kemenkeu
icon caption
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Dokumentasi Kemenkeu
Bisnis
Senin, 24 Januari 2022 18:32

Sri Mulyani klaim utang selama pandemi terukur

Pada akhir tahun utang pemerintah mencapai Rp6.908,87 triliun dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 41%.
swipe

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, posisi utang Indonesia saat wabah masih lebih baik dibandingkan negara lain. Hal ini tercermin dari defisit anggaran yang masih single digit, sedangkan negara lain justru meningkat hingga double digit.

"Jika kita membandingkannya dengan negara-negara di seluruh dunia, utang kita meningkat tetapi lebih terukur, bahkan dibandingkan dengan negara maju dan berkembang,” kata Menkeu di gedung DPR, Senin (24/1).

Pada akhir tahun utang pemerintah mencapai Rp6.908,87 triliun dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 41%. Namun, defisit tetap tidak berubah dan di bawah ekspektasi, mencapai 4,56% dari PDB pada akhir 2021.

“Hal ini ingin kami tekankan kembali. Karena saya juga melihat sebagian besar masih memandangnya hanya dari sisi utang APBN kita sendiri. Seolah-olah kita saja yang sedang menghadapi pandemi di dunia,” jelasnya.

Untuk itu, Sri Mulyani berharap masyarakat dapat melihat keadaan utang Indonesia secara keseluruhan.  Alasannya, manfaat utang juga untuk menyelamatkan masyarakat di masa pandemi, salah satunya untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan dan dalam pemulihan ekonomi.

 “Meskipun dunia menghadapi hal yang sama, memasuki tahun ketiga kita, kita dapat melihat bahwa respon kita dari sisi APBN sudah terukur, bertanggung jawab dan cukup efektif untuk menarik perhatian,” ungkapnya.

img
Ratih Widihastuti Ayu Hanifah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan