sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tugas berat menanti Suryo Utomo sebagai Dirjen Pajak baru

Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sekaligus menitipkan tugas berat bagi Suryo Utomo sebagai Direktur Jenderal Pajak yang baru

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 01 Nov 2019 11:23 WIB
Tugas berat menanti Suryo Utomo sebagai Dirjen Pajak baru

Suryo Utomo resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Pajak yang baru menggantikan Robert Pakpahan yang pensiun per 20 Oktober lalu. Kerja pertamanya akan fokus pada penyelesaian target tahun 2019.

"Kita fokus ke penerimaan 2019, menyelesaikan 2019 dulu yang di depan mata. Action dan effort lah akan kita lakukan," katanya usai pelantikan di Kantor kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (1/11).

Suryo menyebut, ke depannya, dia akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan fokus menyelesaikan pekerjaan yang sudah dimulai oleh Dirjen Pajak sebelumnya hingga akhir tahun. 

"Standing pekerjaan kan udah ada ya, kita yakinkan itu selesai dulu," ujarnya.

Suryo pun menuturkan, akan ada pemetaan ulang terlebih dahulu dari berbagai pekerjaan dan target-target di tahun 2019 yang sudah berjalan untuk melihat yang dapat dioptimalisasi hingga akhir tahun.

"Kita konsolidasi dulu lah kira-kita akan seperti apa, melanjutkan yang kemarin, kita akan remapping kembali yang akan bisa dipercepat yang mana. Prinsipnya hanya tinggal 2 bulan sampai 2019," ucapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan Suryo bahwa tugasnya ke depan amat berat. Sebab katanya, penerimaan negara yang tercantum di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagian besar berasal dari penerimaan pajak. 

"Tugas dan tanggung jawab yang harus diemban Pak Suryo sangat berat. Karena 70% penerimaan di dalam APBN kita untuk mendukung republik ini, berasal dari Direktorat Jenderal Pajak", ucapnya.

Sponsored

Namun demikian, Sri meyakini Suryo dapat mengemban tugasnya dengan baik. Dia menjelaskan Suryo dinilai memiliki rekam jejak  yang mumpuni untuk dapat menjalankan tugas tersebut dengan baik.

"Perjalanan karir Bapak, saya anggap sangat lengkap untuk bisa menyiapkan diri di dalam posisi sebagai Dirjen Pajak yang dipercayai oleh Bapak Presiden untuk bisa menjalankan tugas ini," ujarnya.

Menkeu juga mengatakan terdapat empat kriteria yang harus dimiliki oleh Dirjen Pajak, dan ada pada sosok mantan Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Direktorat Jenderal Pajak tersebut, yaitu kompetensi, keikhlasan dan senang melayani, memiliki keahlian, serta berintegritas. 

"Ini adalah fondasi untuk membangun Indonesia maju," jelasnya.

Sesuai arahan Presiden, lanjut Sri, Menteri Keuangan diminta untuk menciptakan iklim pajak yang ramah investasi. Oleh karena itu, Ditjen Pajak perlu terus membenahi perilaku masyarakat agar dengan ikhlas membayar pajak. Caranya, dengan memberikan berbagai kemudahan pengurusan kewajiban perpajakan sehingga masyarakat merasakan manfaatnya. 

“Direktorat Jenderal Pajak diharapkan untuk bisa meneruskan seluruh reformasi fundamental di Direktorat Jenderal Pajak yang telah dilaksanakan selama ini”, terang Menkeu.

Sebelumnya, Suryo ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Dirjen Pajak yang baru menggantikan Robert Pakpahan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 125 Tahun 2019 tertanggal 16 Oktober 2019.