sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wapres Ma'ruf keluhkan mispersepsi publik soal wisata halal

"Sepertinya ada kesan, bahwa wisata syariah itu wisatanya akan disyariahkan," ucap Wapres Ma'ruf Amin.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 07 Mei 2021 07:54 WIB
Wapres Ma'ruf keluhkan mispersepsi publik soal wisata halal

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta literasi masyarakat tentang ekonomi syariah ditingkatkan lantaran menjadi tantangan pengembangan wisata halal. Dicontohkannya dengan mispersepsi wisatanya disyariahkan sehingga beberapa daerah keberatan mengaplikasikannya.

"Kita ingin menghilangkan persepsi yang salah tentang wisata halal atau wisata syariah. Sepertinya ada kesan, bahwa wisata syariah itu wisatanya akan disyariahkan, kemudian ada daerah-daerah yang keberatan," ujarnya, Kamis (6/5).

Padahal, terang Ma'ruf, wisata halal adalah penyediaan layanan-layanan syariah di setiap destinasi wisata. "Di situ kita ingin nanti di tempat-tempat wisata itu ada layanan syariah, layanan halal, restoran halal, ada tempat salat."

Menurutnya, berbagai fasilitas tersebut memberikan kenyamanan tersendiri kepada para pelancong, khususnya wisatawan muslim. Dia lantas menceritakan pengalamannya berpelesiran ke Beijing, China.

"Di Beijing itu ada restoran halal, ada tempat salat. Layanannya itu dari (Pemerintah Kota) Beijing sehingga banyak saya lihat (wisatawan) dari Malaysia, Brunei, Singapura, dan dari beberapa negara lain itu 'banjir' ke sana dan mereka nyaman," tuturnya.

Bekas Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini pun menceritakan pengalamannya berwisata ke Nami Island, Korea Selatan. "Di situ ada restoran halal, ada musala, padahal itu tempat orang datang dari seluruh dunia."

Karenanya, terang Ma'ruf, penyediaan layanan syariah adalah konsep yang dipakai untuk mewujudkan wisata halal bukan mensyariahkan wisatanya. "Ini yang memang kita kembangkan di daerah-daerah," jelasnya.

Dirinya melanjutkan, mulai ada pendidikan pariwisata bagi santri di Lombok, NTB, melalui balai latihan kerja (BLK) di pesantren. Tujuannya, mencetak para pemandu wisata halal.

Sponsored

"Santri dididik untuk bagaimana dia menjadi pemandu wisata. Nah, ini dalam rangka mengembangkan wisata halal,” katanya, melansir situs web Wapres.

Selain penyediaan tenaga kerja berkompetensi, bagi Ma'ruf, penyediaan fasilitas pelayanan syariah akan terus dikembangkan. "Kita ingin mengembangkan selain travel halal juga semua fasilitas, termasuk spa halal."

Berita Lainnya