logo alinea.id logo alinea.id

AS peringatkan Jerman soal kesepakatan dengan Huawei

AS mendesak sekutunya untuk memboikot Huawei atas alasan risiko keamanan nasional.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 12 Mar 2019 12:19 WIB
AS peringatkan Jerman soal kesepakatan dengan Huawei

Amerika Serikat mengatakan, Washington akan membatasi pembagian data intelijen dengan Jerman jika Berlin mengizinkan Huawei berpartisipasi dalam jaringan 5G-nya. Peringatan tersebut datang dalam surat yang dilayangkan Duta Besar AS untuk pemerintah Jerman.

Untuk pertama kali informasi ini dilaporkan oleh the Wall Street Journal.

AS melobi sekutunya itu untuk memboikot Huawei karena risiko keamanan nasional. Namun, raksasa telekomunikasi asal China itu menolak tuduhan bahwa pihaknya menimbulkan ancaman keamanan. Mereka bahkan menuntut pemerintah AS.

"Duta Besar AS Richard Grenell menuturkan bahwa AS tidak akan dapat mempertahankan tingkat kerja sama yang sama seperti sebelumnya dengan agen keamanan Jerman jika Berlin mengizinkan Huawei atau perusahaan China lainnya untuk berpartisipasi dalam jaringan 5G mereka," tulis the Wall Street Journal.

Dalam suratnya kepada Menteri Ekonomi Jerman pada Jumat lalu, Grenell mengatakan bahwa sistem komunikasi yang aman sangat penting untuk kerja sama pertahanan dan intelijen, dan perusahaan seperti Huawei dapat berkompromi soal itu.

Peringatan itu menandai peningkatan dalam upaya pemerintahan Donald Trump untuk meyakinkan sekutu mereka untuk memboikot Huawei.

AS, Australia, dan Selandia Baru telah memblokir seluruh perusahaan lokal dari penggunaan Huawei untuk menyediakan teknologi bagi jaringan 5G mereka.

Huawei telah meluncurkan strategi yang lebih agresif dalam beberapa bulan terakhir untuk melawan apa yang dilihatnya sebagai kampanye fitnah oleh AS.

Sponsored

Pekan lalu, Huawei mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS atas larangan yang membatasi lembaga federal untuk menggunakan produknya, dengan alasan itu tidak konstitusional. Selain itu, Huawei juga merilis iklan di media asing.

Lewat iklannya di the Wall Street Journal, Huawei mengatakan, "Jangan percaya dengan semua yang Anda dengar."

"Saya menulis kepada Anda dengan harapan bahwa kita dapat saling memahami dengan lebih baik. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS telah mengembangkan sejumlah kesalahpahaman tentang kami," ungkap Catherine Chen, direktur dewan Huawei.

Iklan itu diunggah di Twitter oleh reporter the Wall Street Journal yang meliput keamanan siber. Lewat iklan yang sama, Huawei juga mengundang media-media AS untuk mengunjungi kampus dan bertemu dengan para pekerja mereka.

"Jangan percaya dengan yang Anda dengar. Datang dan temui kami. Kami menantikan  pertemuan dengan Anda," tulis Huawei dalam iklannya.

Sumber : BBC