sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bill Gates kuak penyesalan terbesar dalam kariernya

Pada 2019, Forbes menempatkan Bill Gates sebagai orang kedua terkaya di Bumi.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 25 Jun 2019 13:39 WIB
Bill Gates kuak penyesalan terbesar dalam kariernya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 392.934
Dirawat 61.851
Meninggal 13.411
Sembuh 317.672

Bill Gates dikenal sebagai salah satu orang paling sukses saat ini dan kreator sistem operasi paling populer di dunia, Windows. Namun, bukan berarti dia tidak memiliki kesalahan dalam karier gemilangnya.

Gates menyebut kegagalan Microsoft menjadi saingan sistem operasi ponsel pintar Apple, iOS, sebagai penyesalan terbesarnya.

Pria yang menduduki posisi kedua dari daftar pengusaha terkaya di dunia 2019 milik Forbes itu sudah dua kali mengakui bahwa Microsoft gagal menyaingi sistem operasi ponsel pintar milik Google dan Apple.

"Dalam dunia perangkat lunak, terutama untuk platform, pasarnya adalah winner-take-all," kata Gates. "Jadi, kesalahan manajemen terbesar saya adalah menyebabkan Microsoft tidak bisa menjadi seperti Android. Android adalah tolok ukur dari sistem operasi non-Apple ... Hanya ada ruang untuk satu sistem operasi non-Apple."

Selama bertahun-tahun, Microsoft memimpin industri komputer dan mengalahkan Apple. Namun, perusahaan itu gagal berkembang cepat di era ponsel pintar.

Pada 2000, Microsoft merilis sistem operasi ponselnya yang disebut Windows Mobile. Kemudian pada 2007, Apple perdana mengeluarkan iPhone, diikuti dengan sistem operasi Android milik Google pada 2008.

Meski Windows Mobile milik Microsoft merupakan yang pertama kali keluar, sistem operasi itu dengan cepat jatuh di belakang Apple dan Google.

Dalam sebuah wawancara pada Senin (24/6), Gates mengatakan persidangan antitrust yang dihadapi Microsoft pada 2001 menyebabkan kekacauan besar dalam perusahaan.

Sponsored

Antitrust sendiri merujuk pada UU Amerika Serikat yang juga disebut sebagai hukum persaingan. UU tersebut dikembangkan pemerintah untuk melindungi konsumen dari praktik bisnis yang ganas, memastikan bahwa ekonomi pasar terbuka dan pelaku bisnis bersaing dengan adil.

Akibat persidangan yang menyita banyak tenaga dan waktu itu, Gates mengatakan Microsoft gagal menugaskan atau memfokuskan staf untuk mengembangkan bidang ponsel pintar.

"Kami terganggu dengan adanya persidangan antitrust, akibatnya kami tidak menugaskan orang-orang terbaik untuk melakukan pekerjaan di bidang ponsel pintar," tuturnya.

"Itu adalah kesalahan terbesar yang saya buat terkait bidang yang merupakan keahlian kami. Microsoft seharusnya menjadi perusahaan yang memiliki sistem operasi terbaik, tetapi kami gagal melakukannya."

Persidangan antitrust adalah hasil dari tuntutan yang diajukan oleh Kementerian Kehakiman AS, 20 negara bagian AS, dan Distrik Columbia yang menuduh Microsoft melakukan praktik ilegal, anti-kompetitif dan eksklusif.

Gates mengatakan akibat salah langkah, Microsoft merugi miliaran dolar.

Android merupakan sistem operasi ponsel pintar paling populer di AS. Menurut data Statista, pada paruh pertama 2018, lebih dari 85% dari total ponsel pintar yang terjual di seluruh dunia memiliki sistem operasi Android.

"Aset Microsoft yang lain seperti Windows dan Office masih sangat kuat, jadi kami tetap menjadi salah satu perusahaan terdepan," ujar Gates. "Jika saja kami berhasil mengembangkan sistem operasi ponsel pintar, kami dapat menjadi satu-satunya perusahaan terdepan, tapi apa boleh buat."

Ini bukan satu-satunya penyesalan Gates. Pada 2017, miliarder itu meminta maaf atas kombinasi tombol Control-Alt-Delete yang semula digunakan untuk log in ke komputer yang menggunakan sistem operasi Windows. Dia mengatakan, seharusnya pengguna hanya perlu menekan satu tombol untuk melakukannya.

Microsoft juga dinilai salah langkah dalam merilis Windows Vista dan Windows ME, sistem operasi komputer Windows yang paling tidak disukai pengguna.

Gates, seorang pengguna ponsel Android, pensiun dari pekerjaan sehari-harinya di Microsoft pada Juni 2018 dan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Microsoft pada Februari 2014.

Sumber : CNN

Berita Lainnya