sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China bebaskan 10 tentara India pascabentrok di perbatasan

Pembebasan tentara India tersebut terjadi setelah kedua pihak beberapa kali melakukan pembicaraan.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 19 Jun 2020 10:22 WIB
China bebaskan 10 tentara India pascabentrok di perbatasan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 271339
Dirawat 61628
Meninggal 10308
Sembuh 199403

China dilaporkan telah membebaskan 10 tentara India yang ditangkap dalam bentrokan di perbatasan Himalaya yang disengketakan, pada Kamis (17/6) .

Bentrokan keras yang terjadi pada Senin (15/6) tersebut menewaskan sedikitnya 20 tentara India ketika militer dari kedua negara bertempur dengan tongkat bambu dan saling melempar batu.

Pembebasan tentara India tersebut terjadi setelah kedua pihak beberapa kali melakukan pembicaraan, dalam upaya meredakan ketegangan setelah bentrokan.

Menurut kantor berita Press Trust India dan sejumlah media lokal lainnya, 10 tentara tersebut dibebaskan pada Kamis malam.

Pemerintah India tidak mengonfirmasikan pembebasan tersebut dan hanya menyatakan bahwa tidak ada tentara yang hilang dalam insiden pada Senin.

"Dapat dikonfirmasi tidak ada pasukan India yang hilang dalam bentrokan di daerah Lembah Galwan di Ladakh," jelas pernyataan militer India.

Dalam pernyataan terpisah, militer India menyatakan, 18 tentara mereka masih dirawat karena mengalami cedera serius dalam bentrokan. Sementara itu, China mengakui adanya tentara yang tewas tetapi belum merilis angka resmi.

Sejumlah media India menyatakan, kesepakatan terkait pembebasan tentara dicapai dalam dialog antara militer India dan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Sponsored

Ketegangan New Delhi dan Beijing atas perbatasan Himalaya yang diperebutkan telah berlangsung sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Bahkan pada 1962, kedua negara berperang atas klaim kedaulatan di perbatasan tersebut.

Pada Kamis, ribuan warga India menghadiri pemakaman 20 tentara yang tewas dalam bentrokan pada Senin. Akibat perselisihan itu, muncul seruan untuk memboikot barang-barang China, serta sebagai bentuk protes, sejumlah orang membakar poster Presiden Xi Jinping dan bendera Tiongkok.

China dan India telah mengadakan serangkaian pembicaraan politik dan militer dalam upaya menurunkan ketegangan. Namun, keduanya tetap melontarkan peringatan halus dalam pernyataan publik masing-masing.

"India seharusnya tidak meremehkan keinginan China untuk melindungi kedaulatan wilayahnya," tutur Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Menanggapinya, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar menyebut China telah meluncurkan serangan yang direncanakan terhadap militer India.

"Konflik ini akan memiliki dampak serius bagi hubungan kedua negara," balas Jaishankar. 

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya
×
img