close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilsutrasi Foto: istockphoto.com/
icon caption
Ilsutrasi Foto: istockphoto.com/
Dunia
Kamis, 15 Desember 2022 08:28

Pasukan negara India-China bentrok fisik

Dalam perkelahian ini terlihat bagaimana pasukan India melakukan perlawanan dengan senjata atau peralatan seadanya.
swipe

Terjadi konflik antara pasukan negara India-China yang sebenarnya sudah lama terjadi dan baru kemarin memuncak. Dalam sebuah video memperlihatkan bahwa kedua pasukan tersebut melakukan perkelahian secara fisik. Untuk lebih tepatnya, konflik tersebut terjadi di negara bagian pegunungan Arunachal Pradesh di India, atau wilayahnya masih dalam area pegunungan Himalaya yang dimana ini adalah perbatasan kedua negara ini.

Dalam perkelahian ini terlihat bagaimana pasukan India melakukan perlawanan dengan senjata atau peralatan seadanya. Mereka menggunakan tongkat, pipa logam dan batu atau batu bata dengan cara dilemparkan kepada pasukan China. Meskipun dipisahkan oleh pagar kawat, namun perkelahian para pihak ini tidak dapat dihindarkan.

Dari pasukan China juga memperlihatkan bagaimana mereka menggunakan senjata yang sama untuk menyerang pasukan India. Akhirnya pagar kawat tersebut runtuh dan perkelahian akhirnya memuncak. Memang ketegangan di wilayah tersebut mulai memuncak belakangan ini. Diketahui sejak Juni 2020 konflik antara pasukan di wilayah perbatasan ini.

Wilayah perbatasan memang yang diakui secara de facto di wilayah ini memang masih membuat prokontra bagi para masyarakat di wilayah tersebut. Perkelahian ini sendiri terjadi di perbatasan yang sepanjang 2.100 mil. Alasan dari pasukan kedua negara ini berkonflik adalah tidak adanya yang menyetujui lokasi persisnya dan membuat saling tuduh menuduh. Dari hal tersebut, kedua negara ini saling berusaha memperluas wilayahnya.

Konflik antara kedua negara ini sudah menewaskan 20 orang sejak Juni 2020 antarkedua belah pihak.

“Ini adalah ilustrasi betapa cepatnya hal-hal dapat berubah menjadi selatan jika ketegangan tidak berkurang antara kedua belah pihak,” kata Sushant Singh, rekan senior di Pusat Penelitian Kebijakan, sebuah wadah pemikir India.

Konflik ini sendiri berdekatan dengan negara Tibet. Negara tersebut merupakan wilayah otonom Republik Rakyat China dan sudah diakui secara internasional. Namun banyak dari orang Tibet membantah legitimasi China dan tidak ingin mengakuinya. Hal tersebut membuat Tibet lebih condong ke arah India.

img
Aditya Putera Pratama
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan