logo alinea.id logo alinea.id

Di tengah sorotan terhadap Boeing, China beli 300 pesawat Airbus

Kesepakatan senilai US$35 miliar ini dicapai selama kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Prancis.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 26 Mar 2019 18:35 WIB
Di tengah sorotan terhadap Boeing, China beli 300 pesawat Airbus

Airbus, produsen pesawat terbang yang berbasis di Toulouse, Prancis, mengamankan kesepakatan pembelian pesawat senilai US$35 miliar dari China selama kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Paris.  

Setelah transaksi, pihak Airbus pada Senin (25/3) menjelaskan bahwa pesanan China Aviation Supplies Holding terdiri dari 290 unit pesawat seri A320 yang berbadan sempit dan 10 seri A350 yang berbodi lebar. 

Nilai kesepakatan itu hampir dua kali lipat dari yang digembar-gemborkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Januari 2018 selama lawatannya ke Beijing. Sebelumnya, dia menyebutkan bahwa nilai pesanan China adalah US$18 miliar.

Pembelian ini terjadi ketika Boeing 737 MAX, yang merupakan rival utama A320 secara global, menganggur menyusul dua kecelakaan fatal dalam rentang waktu sekitar lima bulan. Pabrikan pesawat terbang Amerika Serikat itu juga tengah berjuang dari dampak perang dagang AS-China yang membuat penjualan ke negara-negara Asia mengering.

Tiongkok terakhir kali membeli pesawat terbang pada 2017, ketika mereka setuju utnuk

China telah menjadi pasar penerbangan paling penting di dunia menyusul pesatnya pertumbuhan kelas menengahnya hingga memacu permintaan untuk bepergian via udara. 

Pada dasarnya, Tiongkok berusaha untuk menjaga keseimbangan dengan dua produsen pesawat terbang Barat mengingat mereka berusaha untuk memulai produksi di tanah mereka sendiri, tetapi prospek pesanan ke Boeing yang berbasis di Chicago telah diperumit oleh bentrokan perdagangan AS-China.

"Saya memilih melihat ini sebagai bagian dari diskusi perdagangan yang lebih luas," tutur Rob Stallard dari Vertical Research Partners. "Bagi China untuk mengenakan tarif pada Boeing akan menjadi bencana nuklir, tetapi pesan dapat dikirim dengan cara lain. Dan ini memberi tahu AS bahwa, 'Anda harus bermain bagus jika Anda ingin kami memberi balasan serupa'."

Sponsored

Ketua eksekutif terpilih Airbus Guillaume Faury dalam konferensi pers mengatakan bahwa perakitan A320 akan dilakukan di Tianjin dan Eropa. Dia menambahkan bahwa kesepakatan itu adalah tanda kepercayaan dari China. 

Ketika ditanya pemicu negosiasi dengan China telah dipercepat, Faury mengatakan, "Ini karena hubungan jangka panjang dengan mitra China kami yang berkembang seiring waktu, itu adalah tanda kepercayaan yang kuat."

Pembelian oleh China ini seharusnya memberikan dorongan bagi Faury yang akan dilantik pada April mendatang. Penjualan Airbus memiliki salah satu permulaan paling lambat dalam satu dekade terakhir, di mana perusahaan mencatat 103 pembatalan dan hanya empat pesanan baru dalam dua bulan pertama.

Presiden Macron sendiri menyebut transaksi itu adalah sinyal yang sangat baik.

Menurut perkiraan Airbus, China membutuhkan 7.400 pesawat penumpang dan kargo baru dalam dua dekade mendatang, itu mewakili hampir 20% dari total permintaan global.

Secara terpisah, China mempertimbangkan untuk mengecualikan Boeing 737 MAX yang bermasalah dari daftar ekspor yang akan dibeli sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS. Informasi itu dibocorkan dari sejumlah sumber yang dekat dengan isu ini. (Bloomberg dan Reuters)