sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Emir Uni Emirat Arab gugat istri di Pengadilan Inggris

Fokus sidang yakni mendapatkan hak asuh anak-anak mereka.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 06 Jul 2019 07:00 WIB
Emir Uni Emirat Arab gugat istri di Pengadilan Inggris

Perdana Menteri Uni Emirat Arab sekaligus Emir Dubai Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum menggugat salah satu istrinya, Putri Haya binti al-Hussein, di Pengadilan Tinggi di London.

Laporan media Inggris mengklaim Putri Haya, anak mendiang Raja Hussein dari Yordania, telah meninggalkan suaminya dan kini menetap di London.

Putri Haya adalah tokoh internasional yang terkenal, dia berteman dekat dengan pewaris takhta Inggris, Pangeran Charles dan istrinya Camilla, Duchess of Cornwall.

Kasus itu akan disidangkan di London di bawah Divisi Keluarga Pengadilan Tinggi, dan persidangan berikutnya akan berlangsung pada 30 dan 31 Juli. Sejauh ini, Pengadilan Tinggi hanya mengonfirmasi tanggal persidangan tetapi tidak mengungkapkan identitas kedua pihak yang terlibat.

"Kasus ini terakhir kali disidangkan pada 22 Mei 2019 di hadapan Hakim Moor," jelas pernyataan pengadilan.

Sidang itu dikabarkan akan berfokus kepada siapa yang mendapatkan hak asuh anak-anak mereka setelah Putri Haya pergi dari Dubai.

Syekh Mohammed akan diwakili oleh Lady Helen Ward of Stewarts, sebuah firma hukum terkemuka di London.

Putri Haya, saudara tiri dari Raja Yordania Abdullah II, sempat menempuh pendidikan di Oxford University.

Sponsored

Menurut situs resmi Putri Haya, dia memiliki dua anak dengan Syekh Mohammed. Satu anak perempuan berusia 12 tahun, Jalila, dan putra berumur enam tahun, Zayed.

Pada 2018, anak perempuan dari istri lain Syekh Mohammed, Putri Latifa binti Mohammed Al Maktoum, berusaha melarikan diri dari Dubai. Dia mengklaim telah disiksa dan ditahan selama tiga tahun di rumahnya. Namun upayanya gagal, dia berhasil dicegat di lepas pantai India dan dipaksa kembali ke Dubai.

Pihak berwenang Dubai menyatakan berhasil mengamankan Latifa di Dubai. Namun, para pembela hak asasi manusia mengatakan dia diculik secara paksa melawan kehendaknya.