sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gantikan Liz Truss, Rishi Sunak resmi jadi PM Inggris yang hadapi banyak masalah ekonomi

Pada pemerintahannya, tugas pertama yang harus segera diatasi Sunak adalah mengawasi kenaikan pajak dan pemotongan belanja publik.

Erlinda Puspita Wardani
Erlinda Puspita Wardani Selasa, 25 Okt 2022 21:20 WIB
Gantikan Liz Truss, Rishi Sunak resmi jadi PM Inggris yang hadapi banyak masalah ekonomi

Rishi Sunak resmi menjadi perdana menteri (PM) ketiga Inggris yang telah berganti tiga kali di tahun ini. Sunak resmi menjabat sebagai PM usai bertemu Raja Charles III di Istana Buckingham hari ini, Selasa (25/10). Dengan kepemimpinannya, Sunak diharapkan mampu menstabilkan kondisi ekonomi Inggris yang sekarang sedang merosot menuju resesi ditambah Liz Truss menyatakan undur diri dari jabatannya sebagai PM.

Sebelumnya, perekonomian Inggris makin melemah karena adanya kebijakan yang diambil pada masa kepemimpinan Liz Truss. Kebijakan tersebut berupa pemotongan pajak dan pemberian insentif yang justru menakuti pasar keuangan dengan prospek hutang yang membengkak. Adanya kebijakan yang direncanakan mulai berlaku 2023 mendatang membuat mata uang Poundsterling makin melemah.

Sunak yang didapuk menjadi PM Inggris keturunan India pertama sekaligus termuda sejak tahun 1812 mengakui tanggung jawab yang dipikulnya sangat besar untuk kembali memulihkan perekonomian Inggris.

“Saya sangat menghargai betapa sulitnya hal ini. Saya juga mengerti, bahwa saya memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat setelah semua yang telah terjadi. Yang bisa saya katakan adalah saya tidak gentar,” tegas Sunak dikutip dari APNews, Selasa (25/10).

Pada pemerintahannya, tugas pertama yang harus segera diatasi Sunak adalah mengawasi kenaikan pajak dan pemotongan belanja publik, sekaligus mengendalikan inflasi dan utang pemerintah.

Dilansir dari Reuters, Sunak perlu segera meninjau ulang seluruh pengeluaran termasuk di bidang yang sensitif secara politik seperti kesehatan, pendidikan, pertahanan, kesejahteraan, dan pensiun.

Diketahui saat ini perekonomian Inggris tengah tertekan sangat dalam. Kenaikah harga terjadi secara drastis yang bersamaan dengan level inflasi yang terus menanjak menjadi 10,1% year on year (yoy) dan menjadi rekor tertinggi selama 40 tahun terakhir.

Inflasi ini didorong oleh kenaikan biaya hidup, barang kebutuhan rumah tangga, tagihan energi, dan biaya transportasi.

Sponsored
Berita Lainnya
×
tekid