sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gaza memanas, pembangunan RS Indonesia tetap jalan

Gaza kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan yang menewaskan komandan kelompok militan Jihad Islam Palestina Baha Abu Al-Atta.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 13 Nov 2019 09:02 WIB
Gaza memanas, pembangunan RS Indonesia tetap jalan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 132816
Dirawat 39290
Meninggal 5968
Sembuh 87558

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia, yang telah memasuki tahap kedua, tetap berjalan meski kondisi Jalur Gaza memanas setelah pasukan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah tersebut pada Selasa (12/11) pagi.

Pernyataan itu disampaikan pengelola lokasi atau site manager RS Indonesia di Gaza, Edy Wahyudi, dalam pernyataan tertulis MER-C.

Dia mengatakan bahwa semua relawan yang berada di sana dalam kondisi baik dan semua aktivitas sementara terkonsentrasi di dalam area bangunan rumah sakit.

"Alhamdulilah semua relawan dalam kondisi baik. Meski terjadi serangan udara sejak subuh namun aktivitas pembangunan tahap dua RS Indonesia tetap berlanjut, walaupun untuk pekerjaan area dalam saja," ujar dia seperti dikutip dari Antara, Rabu (13/11).

Saat ini, sebanyak 29 relawan Indonesia berada di Jalur Gaza untuk melakukan pengembangan RS Indonesia yang telah dibangun pada 2010.

Mereka membangun tambahan lantai ketiga dan keempat. Saat ini struktur bangunan telah selesai sepenuhnya dan pekerjaan arsitektur yang berjalan telah mencapai 56%. Adapun pekerjaan mekanikal elektrikal mencapai 28%.

"Mohon doa dari rakyat Indonesia untuk rakyat Gaza dan kelancaran pembangunan tahap dua RS Indonesia," kata Edy yang berlatar belakang seorang insinyur.

Serangan Israel pada Selasa, menewaskan seorang komandan kelompok militan Jihad Islam Palestina Baha Abu Al-Atta. Demikian dilansir Reuters.

Sponsored

Menurut Jihad Islam, istri Al-Atta juga tewas dalam ledakan yang menghancurkan gedung di Distrik Shejaia, Gaza, sebelum fajar. Dua orang lainnya disebut terluka.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel menuturkan bahwa PM Netanyahu telah mengesahkan operasi yang menargetkan Atta. Dia dituduh bertanggung jawab atas serangan roket, drone dan sniper baru-baru ini terhadap Israel serta mencoba infiltrasi ke negara itu.

"Abu Al-Atta bertanggung jawab atas sebagian besar aktivitas Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza dan dia bak bom yang berdetak," sebut militer Israel, menuduh Atta merencanakan serangan teror yang akan datang lewat berbagai cara.

Kelompok Jihad Islam mengonfirmasi kematian Atta, yang mereka sebut tengah melakukan aksi jihad yang heroik.

"Pembalasan yang tidak terhindarkan dari kami akan mengguncang entitas zionis," ungkap pernyataan Israel. 

Secara terpisah, Hamas mengatakan Israel memikul tanggung jawab penuh untuk semua konsekuensi dari eskalasi ini. Hamas berjanji bahwa kematian Atta tidak akan dibiarkan begitu saja.

Berita Lainnya