logo alinea.id logo alinea.id

Gempa bumi melanda California

Usai gempa dengan kekuatan Magnitudo 6,4, terjadi gempa susulan.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 05 Jul 2019 16:19 WIB
Gempa bumi melanda California

Gempa bumi yang mengguncang California pada Kamis (4/7) telah memicu kebakaran, kerusakan gedung, dan memaksa sebuah rumah sakit melakukan evakuasi.

Menurut US Geological Survey (USGS), gempa Magnitudo 6,4 adalah gempa paling kuat melanda California dalam 25 tahun terakhir. 

Gempa mengguncang wilayah timur laut Los Angeles dekat Ridgecrest sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Pusat gempa diyakini berada di tepi Taman Nasional Death Valley.

Ahli Geofisika USGS Paul Caruso menyatakan gempa tersebut menjadi yang terkuat di California sejak gempa bumi Northridge berkekuatan M 6,6 pada 1994. Gempa terakhir kali menewaskan 57 orang dan menyebabkan kerusakan miliaran dolar AS.

Sementara itu, Ahli Seismologi USGS Lucy Jones mengatakan, lebih dari 80 gempa susulan telah melanda daerah itu beberapa jam sejak gempa awal. 

"Sepertinya akan ada banyak gempa susulan dan akan lebih besar dari yang kita alami sejauh ini," tutur Jones.

Sejumlah saksi mata melaporkan telah merasakan gempa di seluruh Los Angeles. 

Salah satunya Chuck Schlie yang mengunjungi Los Angeles dan mengatakan sedang berbaring di tempat tidur kamar hotelnya ketika merasakan guncangan kuat.

Sponsored

"Saya pikir itu benar-benar aneh. Saya tidak percaya itu sedang terjadi," tutur Schlie.

Menurut laporan, akibat gempa tersebut, sekitar 5.851 warga di Kern mengalami putus listrik.

Departemen Pemadam Kebakaran Kern mengatakan, mereka mengatasi beberapa insiden seperti dua kebakaran rumah, kebakaran kecil, dan kebocoran gas.

Gubernur California Gavin Newsom telah mengeluarkan peringatan darurat. Sementara itu, Wali Kota Ridgecrest Peggy Breeden telah mengambil langkah yang sama yang memungkinkan kota menerima bantuan dari pihak luar.

Sementara itu, Rumah Sakit Ridgecrest Regional telah dievakuasi dan sejumlah pasien dipindahkan ke lokasi lain karena khawatir adanya gempa susulan yang kuat.

Meskipun tidak ada korban jiwa atau pun korban luka-luka, Wali Kota Breeden meminta penduduk setempat untuk memeriksa kondisi tetangga mereka.

"Kami adalah komunitas yang erat, semua orang harus saling menjaga," katanya.

Tidak ada korban WNI

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan sejauh ini tidak terdapat laporan korban WNI akibat gempa bumi tersebut.

"KJRI Los Angeles telah menyampaikan imbauan melalui media sosial dan komunikasi langsung kepada WNI untuk tetap tenang dan memantau informasi dari sumber terpercaya," jelas pernyataan resmi Kemlu RI pada Jumat (5/7).

Menurut data Kemlu RI, jumlah WNI yang berada di Los Angeles adalah sekitar 50.000 orang.
 

Sumber : Reuters