sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inggris akan kerahkan 2 kapal perang di perairan Asia

Kedua kapal perang tersebut bakal ditempatkan secara permanen pada akhir 2021.

Eqqi Syahputra
Eqqi Syahputra Rabu, 21 Jul 2021 09:33 WIB
Inggris akan kerahkan 2 kapal perang di perairan Asia

Inggris secara permanen akan mengerahkan dua kapal perang di perairan Asia setelah kapal induk HMS Queen Elizabeth dan kapal pengawalnya berlayar ke Jepang, September 2019. China kontra Amerika Serikat (AS) dan Jepang diketahui tengah berebut pengaruh terkait Laut China Selatan (LCS).

Rencana tersebut disampaikan ketika Inggris tengah meningkatkan hubungan keamanan dengan Jepang, yang telah menyatakan kekhawatirannya dalam beberapa bulan terakhir atas ambisi teritorial China di LCS, termasuk Taiwan.

“Menyusul pengerahan perdana kelompok penyerang, Inggris akan secara permanen menempatkan dua kapal di kawasan itu mulai akhir tahun ini,” kata Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, dalam pengumuman bersama dengan mitranya dari Jepang, Nobuo Kishi, di Tokyo pada Selasa (20/7).

Setelah kedatangan Inggris di "Negeri Matahari Terbit" kata Kishi, HMS Queen Elizabeth dan kapal pengawalnya akan berpisah untuk panggilan pelabuhan terpisah ke pangkalan angkatan laut AS dan Jepang di sepanjang kepulauan Jepang.

Sebagai sekutu dekat AS, Jepang menjadi tuan rumah konsentrasi terbesar pasukan militer "Negeri Paman Sam" di luar AS, termasuk kapal, pesawat terbang, dan ribuan marinir.

HMS Queen Elizabeth, yang membawa jet F-35B, akan berlabuh di Yokosuka, markas komando armada Jepang, dalam pelayaran perdananya. Adapun USS Ronald Reagan, satu-satunya kapal induk AS yang dikerahkan ke depan.

Juru bicara Kedutaan Besar Inggris di Tokyo menambahkan, kapal-kapalnya takkan memiliki pangkalan permanen. Jawaban tersebut disampaikan saat ditanya dari pelabuhan mana kapal AL kerajaan akan beroperasi.

Ratu Elizabeth sendiri akan dikawal dua kapal, dua fregat, dua kapal pendukung, dan kapal dari Amerika Serikat dan Belanda. Kapal-kapal tersebut akan berlayar ke Jepang melalui LCS, yang sebagian diklaim Cina dan negara-negara Asia Tenggara, dengan pemberhentian di India, Singapura, dan Korea Selatan.

Sponsored

Wallace melanjutkan, nantinya juga akan mengerahkan Littoral Response Group, unit marinir yang dilatih untuk melakukan misi, termasuk evakuasi dan operasi anti-terorisme. (CNN)

Berita Lainnya