close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi / Pixabay
icon caption
Ilustrasi / Pixabay
Dunia
Kamis, 01 Agustus 2019 09:40

Intelijen AS: Putra Osama bin Laden telah meninggal

Pada Februari, pemerintah AS menawarkan imbalan US$1 juta bagi pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan Hamza bin Laden.
swipe

Sejumlah pejabat intelijen Amerika Serikat menyebut bahwa putra pendiri Al Qaeda Osama bin Laden, Hamza bin Laden, telah meninggal. Namun, intelijen tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait tempat atau tanggal kematiannya.

Al Qaeda merupakan kelompok teroris yang berada di balik serangan 11 September 2001 di World Trade Center, New York, yang hingga kini menjadi luka besar bagi Negeri Paman Sam. 

Namun, ketenaran kelompok itu memudar selama satu dekade terakhir ketika ISIS mulai menjadi sorotan dunia.

Pada Februari, pemerintah AS menawarkan imbalan US$1 juta bagi pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan Hamza bin Laden.

Hamza bin Laden, yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun, beberapa waktu lalu merilis pesan audio dan video yang menyerukan serangan terhadap AS dan negara-negara lain.

Dia mendesak para militan untuk membalas pembunuhan ayahnya oleh pasukan khusus AS di Pakistan pada Mei 2011.

Sebelumnya pada 2018, dalam pernyataan publik di media Al Qaeda, dia meminta warga di Semenanjung Arab untuk memberontak. Arab Saudi sendiri menanggalkan kewarganegaraan Hamza bin Laden pada Maret.

Presiden AS Donald Trump menolak untuk mengomentari masalah ini ketika ditanya oleh wartawan pada Rabu (31/7). Hal yang sama pun dilakukan oleh penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton.

Awalnya Hamza bin Laden diyakini menjadi tahanan rumah di Iran, tetapi laporan lain menunjukkan dia kemungkinan juga tinggal di Afghanistan, Pakistan dan Suriah.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa dokumen yang disita dalam penyerangan pada 2011 di rumah Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, menyebutkan bahwa Hamza bin Laden sedang dipersiapkan untuk menjadi pewaris kepemimpinan Al Qaeda.

Pasukan AS juga dilaporkan menemukan sebuah video pernikahan Hamza bin Laden dengan putri pemimpin senior Al Qaeda lainnya. Pernikahan keduanya diduga berlangsung di Iran.

Ayah mertuanya disebut-sebut adalah Abu Muhammad al-Masri, yang didakwa atas keterlibatannya dalam pengeboman Kedutaan Besar AS di Tanzania dan Kenya pada 1998.

img
Valerie Dante
Reporter
img
Khairisa Ferida
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan