close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Asap terlihat menyusul kebakaran di fasilitas pabrik Aramco di timur kota Abqaiq, Arab Saudi, Sabtu (14/9). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer
icon caption
Asap terlihat menyusul kebakaran di fasilitas pabrik Aramco di timur kota Abqaiq, Arab Saudi, Sabtu (14/9). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer
Dunia
Selasa, 24 September 2019 12:33

Iran bantah tuduhan Prancis Cs soal serangan ke Aramco

Iran kembali menegaskan tidak terlibat dalam serangan ke Saudi Aramco yang terjadi pada Sabtu (14/9).
swipe

Iran menolak pernyataan bersama oleh para pemimpin Prancis, Jerman dan Inggris yang menyalahkannya atas serangan pada Sabtu 14 September terhadap dua fasilitas perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco. 

"Jelas bagi kami bahwa Iran bertanggungjawab atas serangan itu. Tidak ada penjelasan lain yang masuk akal. Kami mendukung penyelidikan yang sedang berlangsung untuk menetapkan rincian lebih lanjut," sebut pernyataan bersama oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel itu.

"Sudah tiba saatnya bagi Iran untuk menerima negosiasi tentang kerangka kerja jangka panjang untuk program nuklirnya serta masalah yang berkaitan dengan keamanan regional."

Ketiga pemimpin Eropa itu menekankan bahwa mereka akan tetap berkomitmen pada kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA).

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut ketiganya menirukan klaim Amerika Serikat yang absurd. Rouhani kembali menyampingkan opsi negosiasi ulang JCPOA, mengatakan bahwa Inggris, Prancis dan Jerman telah menunjukkan kelumpuhan dalam memenuhi kewajiban mereka tanpa persetujuan AS.

Pemberontak Houthi di Yaman sebelumnya telah mengklaim bertanggungjawab atas serangan ke Aramco, sementara Iran sendiri telah membantah terlibat.

Serangan yang disebut melibatkan delapan belas drone dan tujuh rudal jelajah itu menghantam ladang minyak Khurais dan pabrik pengolahan Abqaiq.

Arab Saudi juga menyalahkan Iran atas serangan tersebut, seperti halnya AS, yang telah mengirimkan pasukan ke Arab Saudi untuk meningkatkan pertahanan udara dan rudal sekutunya.

Ketegangan AS dan Iran meningkat sejak Donald Trump menghuni Gedung Putih kemudian menarik AS keluar dari JCPOA dan menerapkan kembali sejumlah sanksi.

Iran telah memperingatkan AS dan sekutunya bahwa mereka siap menyikapi setiap agresi.

img
Khairisa Ferida
Reporter
img
Khairisa Ferida
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan