sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kaisar Jepang turun takhta besok

Turun takhtanya Kaisar Akihito menandai akhir era Heisei dan dimulainya era Reiwa.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 29 Apr 2019 19:24 WIB
Kaisar Jepang turun takhta besok

Kaisar Akihito (85) akan mengakhiri era kekaisaran Heisei yang berusia tiga dasawarsa pada Selasa (30/4), ketika dia menyerahkan takhta kepada Putra Mahkota Pangeran Naruhito (59).

Naruhito akan menjadi kaisar ke-126 Jepang dan era kekuasaannya dinamai Reiwa.

Akihito merupakan kaisar pertama yang turun takhta dalam kurun 200 tahun terakhir.

Mengutip kekhawatiran tentang usia dan kesehatannya yang menurun, pada Agustus 2016, Kaisar Akihito mengumumkan keinginannya untuk turun takhta. Sebagai simbol yang didefinisikan secara konstitusional tanpa kekuatan politik, Akihito meminta pengertian kepada rakyatnya dan dia dengan segera memenangkan dukungan publik yang luar biasa, membuka jalan bagi persetujuan pemerintah. 

UU Rumah Tangga Kekaisaran Jepang tidak memiliki ketentuan tentang turun takhta oleh kaisar yang berkuasa dan secara virtual hanya memperbolehkan suksesi setelah kematian. Namun, pemerintah melakukan pengecualian bagi Akihito.

Para pengamat kekaisaran mengatakan, langkah  Akihito tersebut didasari oleh keinginannya agar kaisar selalu terlihat sehingga tidak sekadar tersirat dan secara politis dimanfaatkan.

Meloloskan pengunduran dirinya adalah bagian dari perubahan yang dibawa Akihito di istana. Selain itu, dia adalah kaisar pertama yang menikahi rakyat jelata dan telah memutuskan untuk dikremasi setelah kematiannya, sebuah rencana yang akan menghancurkan prosesi penguburan yang telah berusia berabad-abad.

Naruhito, yang akan naik takhta, adalah putra kedua Akihito. Sang pangeran yang mahir memainkan biola menghabiskan dua tahun di Oxford dan juga sempat belajar sejarah di Gakushuin University. Istrinya, Masako, yang merupakan seorang mantan diplomat lulusan Harvard sempat menderita stres setelah melahirkan Putri Aiko (17) menyusul tekanan untuk menghasilkan keturunan laki-laki.

Sponsored

Hukum suksesi Jepang melarang perempuan naik takhta sehingga setelah Naruhito pewaris kekaisaran berikutnya adalah Pangeran Akishino.

Anak Akishino, Pangeran Hisahito (12), berada pada antrean berikutnya.

Diskusi tentang mengubah UU untuk memungkinkan suksesi bagi kaisar perempuan dengan cepat mengucap setelah kelahiran Pangeran Hisahito, tetapi pembahasannya diharapkan dapat berlanjut mengingat setelah mundurnya Akihito jumlah keluarga kekaisaran menyusut dengan cepat.

Saat ini keluarga inti kekaisaran hanya tersisa Kaisar Akihito, Permaisuri Michiko, Putra Mahkota Naruhito, Putri Masako, Putri Aiko, Pangeran Akishino, Putri Kiko, Putri Mako, Putri Kako, dan Pangeran Hisahito.

Sebagian besar rakyat Jepang dikabarkan mendukung suksesi kaisar perempuan. Namun, kaum konservatif di pemerintahan dan pendukung ultra kanan, yang ingin keluarga kekaisaran menjadi model bagi masyarakat paternalis.

Akihito akan mengumumkan pengunduran dirinya lewat ritual istana pada Selasa malam, tetapi secara teknis dia masih menjadi kaisar sampai tengah malam.

Pada Rabu (1/4) pagi, Naruhito akan menjalani ritual pertamanya sebagai kaisar. Dia akan menerima tanda-tanda kebesaran, termasuk di antaranya pedang dan permata, sebagai bukti penobatannya. Selain pejabat pemerintah, hanya bangsawan laki-laki dewasa yang diizinkan hadir, sebuah tradisi yang dipegang teguh meski terdapat kritik publik.

Upacara penobatan Naruito yang lebih rumit akan diadakan pada Oktober, ketika dia akan mengumumkan kenaikannya di hadapan para pejabat dan tamu baik dari dalam maupun luar negeri.

Lantas apa yang akan dilakukan Akihito setelah turun takhta? Dia akan menerima gelar baru sebagai kaisar emeritus dan sepenuhnya pensiun dari tugas-tugas resmi serta tidak akan lagi menandantangani dokumen, menerima pejabat asing, menghadiri acara-acara pemerintahan atau melakukan ritual istana

Akihito bahkan tidak akan menghadiri ritual suksesi putranya dan sebagian besar akan mundur dari penampilan publik.

Kegiatan Akihito nantinya akan sangat pribadi agar tidak mengganggu kaisar yang menjabat.
 
Akihito diharapkan dapat menikmati masa pensiunnya, pergi ke museum dan konser, atau menghabiskan waktu untuk penelitiannya di sebuah vila Imperial tepi pantai. Setelah turun tahta, Akihito dan Michiko akan pindah ke kediaman sementara kerajaan sebelum akhirnya berpindah tempat dengan Naruhito setelah perbaikan di setiap tempat. (Associated Press)