sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Komedian menangi Pilpres Ukraina, petahana legawa

Jabatan presiden di Ukraina memegang kekuasaan signifikan atas keamanan, pertahanan dan kebijakan luar negeri.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 22 Apr 2019 11:10 WIB
Komedian menangi Pilpres Ukraina, petahana legawa

Exit Polls menunjukkan bahwa komedian Ukraina Volodymyr Zelensky (41) memenangi pemilu presiden putaran kedua dengan meraih lebih dari 70% suara.

Dalam pilpres, Zelensky berhadapan dengan calon petahana, Petro Poroshenko (53), yang telah berkuasa sejak 2014. Poroshenko hanya mampu meraih 25% dan dia telah mengakui kekalahannya. 

"Saya tidak akan pernah mengecewakan kalian," kata Zelensky di hadapan para pendukungnya pada Minggu (21/4). "Saya belum resmi jadi presiden. Tetapi sebagai warga negara Ukraina, saya dapat mengatakan kepada seluruh negara bekas Uni Soviet: Lihat kami. Apapun mungkin terjadi!."

Zelensky terkenal karena membintangi program televisi satir, Servant of the People, di mana dia memainkan peran sebagai Presiden Ukraina. Partai politik yang mengusung Zelensky memiliki nama yang sama persis dengan program televisinya.

Jabatan presiden di Ukraina memegang kekuasaan signifikan atas keamanan, pertahanan dan kebijakan luar negeri.

Sementara itu, Poroshenko tidak dapat menutupi kekecewaannya saat menyikapi exit polls. 

"Hasil pemilu menyisakan ketidakpastian dan ketidakjelasan. Saya akan meletakkan jabatan, tapi saya tekankan bahwa saya tidak akan berhenti dari dunia politik." 

Poroshenko terpilih setelah pemberontakan menggulingkan pemerintahan pro-Rusia.

Sponsored

Pemerintahan Poroshenko sarat ketegangan dengan Rusia. Pada Maret 2014, pasukan Rusia menganeksasi Semenanjung Krimea, sebuah langkah yang dikutuk secara internasional. Sejak itu, pasukan Ukraina telah memerangi kelompok separatis dan sukarelawan yang didukung Negeri Beruang Merah di timur Ukraina.

Lewat Twitter Poroshenko pernah mengatakan, "Presiden Ukraina yang belum berpengalaman ... dapat dengan cepat mengembalikan pengaruh Rusia."

Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia menepis pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa para pemilih Ukraina menginginkan perubahan.

"Kepemimpinan baru sekarang harus memahami dan mewujudkan harapan para pemilihnya," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Grigory Karasin kepada Ria Novosti. "Ini tentu saja berlaku untuk urusan dalam dan luar negeri."

Dalam konferensi persnya, Zelensky mengatakan bahwa dia akan memulai kembali pembicaraan damai dengan kelompok separatis.

Tanpa pengalaman politik

Tidak memiliki pengalaman politik, kampanye Zelensky berfokus pada perbedaannya dengan kandidat lain dibanding bertumpu pada gagasan kebijakan yang konkret.

Walau bagaimanapun dia memenangkan putaran pertama pilpres Ukraina dengan meraih lebih dari 30% suara, jauh melampaui Poroshenko yang hanya mampu mengumpulkan 15,95%.

Para analis meyakini bahwa gaya informal Zelensky dan janjinya untuk membersihkan politik Ukraina telah mengambil hati para pemilih yang kecewa dengan rezim Poroshenko.

Zelensky sendiri menghindari gaya kampanye tradisional yang terbuka, di mana dia lebih memilih "bermonolog" dengan janji untuk memberantas korupsi dan melonggarkan cengkeraman para oligarki di Ukraina.

Para kritikus Zelensky skeptis tentang sosoknya. Banyak yang mengungkapkan keprihatinan atas kedekatannya dengan oligarki miliarder, Ihor Kolomoyskyi, yang merupakan pemilik saluran TV tempat programnya ditayangkan.

Mereka telah menyatakan keraguan bahwa dia akan dapat menghadapi oligarki berpengaruh di negara itu dan menentang Presiden Rusia Vladimir Putin.

Zelensky kemungkinan akan menikmati bulan madu yang sangat singkat, mengingat persepsi korupsi Ukraina serta statusnya sebagai salah satu negara termiskin di Eropa. Kebijakan luar negeri terhadap Rusia menjadi salah satu isu mendesak yang harus diputuskan Zelensky.

Media Israel, The Times of Israel, melaporkan kemenangan Zelensky dengan sudut pandang berbeda. Kelak, jika Zelensky sudah dilantik, maka Ukraina akan menjadi satu-satunya negara di dunia selain Israel yang memiliki presiden dan perdana menteri Yahudi.

Volodymyr Groysman yang merupakan PM Ukraina saat ini diperkirakan masih akan menjabat untuk sementara waktu. Mungkin sampai pemilihan parlemen yang dijadwalkan berlangsung sekitar akhir tahun.  (BBC dan The Times of Israel)