close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi topan / Pixabay
icon caption
Ilustrasi topan / Pixabay
Dunia
Jumat, 13 November 2020 14:19

Korban tewas akibat Topan Vamco di Filipina mencapai 26 orang

Topan Vamco memiliki kecepatan angin maksimum 130 kilometer per jam dengan hembusan yang lebih kuat pada Kamis (12/11) pagi.
swipe

Polisi Filipina pada Jumat (13/11) menyatakan korban tewas akibat topan Vamco meningkat menjadi 26 orang. Vamco membawa angin kencang dan hujan lebat ke Ibu Kota Manila dan sejumlah provinsi terdekat, merusak puluhan ribu rumah warga.

Topan Vamco merupakan topan ke-21 yang melanda negara itu pada tahun ini, juga menyebabkan 14 orang hilang dari 25 lainnya cedera setelah topan itu melanda pulau utama, Luzon, selama beberapa hari terakhir.

Jumlah korban masih perlu diverifikasi oleh badan bencana nasional. Topan Vamco melewati wilayah utara Manila antara Provinsi Bulacan dan Pampanga, menumbangkan pohon dan merusak jaringan listrik. Para pejabat sebelumnya mengatakan, bahwa hampir 200.000 orang telah dievakuasi, beberapa di antaranya secara paksa, dari daerah pesisir dan dataran rendah yang rentan.

Para pejabat mengatakan, sekitar 1,9 juta rumah kehilangan aliran listrik di Metro Manila dan provinsi sekitarnya. Banyak tiang listrik roboh, kabel listrik roboh, dan trafo listrik rusak.

Presiden Rodrigo Duterte absen dari KTT ke-37 ASEAN untuk terbang ke daerah yang terkena dampak Topan Vamco.

"Sebagai presiden saya jamin pemerintahan akan melakukan yang terbaik untuk memberikan bantuan dalam bentuk tempat penampungan, barang bantuan, bantuan keuangan, dan penyuluhan pascabencana. Yakinlah, pemerintah tidak akan meninggalkan siapa pun. Kami akan melewati krisis ini," kata Duterte dalam pidato yang disiarkan via siaran televisi.

Tim penyelamat telah dikerahkan ke daerah banjir di Provinsi Rizal. Wali Kota Marikina, Marcie Teodoro mengatakan, bahwa angin kencang merobohkan kabel listrik, menyebabkan banyak daerah tanpa listrik dan layanan internet. Hujan deras juga menggenangi banyak daerah dan Sungai Marikina meluap. Mayoritas warga di Kota Marikina menunggu untuk diselamatkan dari atap rumah mereka.

"Ada banyak daerah yang sebelumnya jarang terdampak banjir tetapi sekarang menjadi rawa," kata Marcie.

Mark Timbal, juru bicara badan tanggap bencana pemerintah, menyatakan bahwa 363 tim penyelamat telah dikerahkan yang terdiri dari 1.000 personel dengan sedikitnya 40 perahu karet.

Topan Vamco memiliki kecepatan angin maksimum 130 kilometer per jam dengan hembusan yang lebih kuat pada Kamis (12/11) pagi. Topan itu bergerak ke daerah barat laut dengan kecepatan 30 kilometer per jam dan menuju ke Laut China Selatan.

Filipina dilanda sekitar 20 topan dan badai tropis setiap tahunnya. Terletak di wilayah "Cincin Api" Pasifik, tempat gempa bumi dan letusan gunung berapi biasa terjadi, menjadikan Filipina salah satu negara paling rawan bencana di dunia. (France 24)

img
Valerie Dante
Reporter
img
Achmad Rizki
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan