sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Malaysia minta maaf ada warga yang disuntik 'vaksin kosong'

"Bahkan jika ada satu kesalahan, itu terlalu banyak kesalahan," kata Khairy.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Jumat, 23 Jul 2021 14:29 WIB
Malaysia minta maaf ada warga yang disuntik 'vaksin kosong'

Malaysia mengakui ada satu kasus di mana seseorang disuntik dengan jarum suntik kosong saat divaksin. Mereka mengkategorikannya sebagai kesalahan manusia (human error).

"Selain itu, ada dua kasus di mana individu diberi dosis tambahan vaksin virus corona karena tidak jelas apakah mereka telah diberikan jarum suntik kosong," kata Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin, Jumat (23/7).

"Bahkan jika ada satu kesalahan, itu terlalu banyak kesalahan," kata Khairy. "Jadi untuk kasus-kasus di mana ada kelalaian manusia, saya minta maaf kepada mereka. Dan, tentu saja, kami akan melakukan yang lebih baik."

Kasus Vaksinasi kosong yang terjadi di negara bagian utara Kedah itu dikonfirmasi setelah seorang perawat mengakui bahwa dia lalai karena kelelahan, kata Khairy. Tindakan disipliner akan diambil terhadapnya, katanya.

Tiga belas laporan polisi telah diajukan sejauh ini tentang masalah ini. Sebagian besar ditemukan palsu atau tidak meyakinkan, kata Khairy.

Beberapa dari laporan diajukan oleh penerima yang tidak mengalami efek samping setelah mendapatkan suntikan, katanya seperti dikutip portal berita Malay Mail.

Menurut Kementerian Kesehatan Jumat ini, Malaysia telah memberikan 16.024.916 juta dosis vaksin Covid-19.

Dalam sebuah posting Facebook, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan hampir setengah dari populasi orang dewasa di negara itu telah menerima setidaknya satu dosis dan 21,8 persen telah menerima kedua dosis tersebut.

Sponsored

"Di masa depan, penerima diizinkan untuk merekam proses vaksinasi mereka untuk mencegah kesalahan terjadi," kata Khairy.

Upaya ini muncul di tengah dorongan pemerintah untuk memvaksinasi semua orang dewasa pada bulan Oktober karena infeksi tetap meningkat.

"Saya ingin menyarankan masyarakat untuk memahami konteks kasus ini dan untuk memastikan bahwa kami menjaga integritas program imunisasi nasional," kata Khairy. (Sumber: Straitstimes)

Berita Lainnya