close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Pemenang Nobel, Aung San Suu Kyi, yang dipenjarakan junta militer Myanmar. Foto AP

Militer Myanmar berencana pindahkan Suu Kyi ke tahanan rumah

Suu Kyi, putri pahlawan kemerdekaan Myanmar yang jadi martir Jenderal Aung San, menghabiskan hampir 15 tahun sebagai tahanan politik.
swipe

Pemerintah Myanmar yang dikendalikan militer berencana untuk memindahkan pemimpin negara yang digulingkan Aung San Suu Kyi dari penjara di ibu kota, Naypyitaw, ke tahanan rumah. Langkah tersebut merupakan bagian dari tindakan grasi kepada para tahanan sehubungan dengan upacara keagamaan pekan depan, kata seorang pejabat keamanan, Selasa (25/7).

Belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana tersebut, meskipun wartawan yang bekerja untuk media yang bersahabat dengan pemerintah militer mengatakan bahwa mereka telah mendengar informasi yang sama. Berita tentang Suu Kyi dikontrol ketat oleh pemerintah militer, dan bahkan pengacaranya dilarang berbicara kepada media tentang kasusnya.

Suu Kyi, yang ditangkap pada 1 Februari 2021 ketika tentara merebut kekuasaan dari pemerintah terpilihnya, telah dijatuhi hukuman total 33 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas berbagai dakwaan yang diajukan oleh pemerintah militer yang terlihat secara luas seperti dibuat-buat untuk tujuan politik.

Beberapa kasusnya sedang menunggu banding terakhir. Partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang didirikannya menang telak dalam pemilu 2020 dan akan memulai masa jabatan lima tahun kedua.

Pejabat di Naypyitaw, yang mengetahui situasi Suu Kyi, mengatakan kepada The Associated Press bahwa pemerintah militer akan mengumumkan pemindahan Suu Kyi pada kesempatan pengudusan patung Buddha duduk raksasa baru yang telah dibangun, sebuah simbol pengabdian di negara mayoritas Budha. Upacara dijadwalkan Selasa depan.

Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena dia berisiko dihukum sebab dia tidak berwenang untuk memberikan informasi, mengatakan dia tidak tahu persis ke mana Suu Kyi akan dipindahkan atau kapan.

Pejabat itu mengatakan dia tidak dapat mengkonfirmasi laporan oleh layanan berbahasa Myanmar BBC bahwa Suu Kyi telah dipindahkan dari penjara ke kediaman di Naypyitaw yang ditugaskan ke pejabat kabinet setingkat wakil menteri. Dia awalnya ditahan setelah penangkapannya di kediaman resminya di ibu kota, kemudian dipindahkan ke lokasi rahasia yang diyakini secara luas berada di pangkalan militer sebelum dipindahkan ke penjara pada 22 Juni 2022.

Kudeta militer tahun 2021 dan tindakan keras terhadap perlawanan bersenjata menentang junta menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan mematikan yang oleh beberapa pakar PBB disebut sebagai perang saudara. Pemerintah Barat, termasuk Amerika Serikat, telah memberlakukan sanksi terhadap pemerintah militer Myanmar dan menuntut pembebasan segera Suu Kyi dan tahanan politik lainnya.

Rencana pembebasan Suu Kyi yang berusia 78 tahun telah beredar dua pekan sejak Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai bertemu dengannya di penjara, menjadi pengunjung asing pertama yang diberikan akses kepadanya sejak dia ditahan. Don memberi tahu wartawan bahwa Suu Kyi dalam keadaan sehat dan menyampaikan kesediaannya untuk terlibat dalam pembicaraan guna menyelesaikan krisis yang mencengkeram negaranya yang dilanda perselisihan.

Suu Kyi tidak dapat memberikan versinya tentang pertemuan 9 Juli, yang dikatakan berlangsung sekitar satu setengah jam. Militer Myanmar mengkonfirmasi pertemuan itu telah diadakan, tetapi mengatakan tidak ada perincian karena itu adalah empat mata antara pemimpin yang digulingkan dan diplomat Thailand tersebut.

Hal itu diungkapkan Don saat menghadiri pertemuan Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara di ibu kota Indonesia, Jakarta. ASEAN, telah berusaha untuk menengahi diakhirinya konflik kekerasan di Myanmar, yang diyakini beberapa anggota membuat kawasan tidak stabil.

ASEAN juga telah berusaha untuk menegakkan rencana yang dibuat dengan jenderal tertinggi Myanmar pada tahun 2021, yang menyerukan segera diakhirinya kekerasan, dimulainya pembicaraan yang ditengahi oleh utusan khusus di antara pihak-pihak yang bertikai, dan pengiriman bantuan kepada penduduk desa yang terlantar.

Tetapi pemerintah militer Myanmar tidak berbuat banyak untuk menegakkan rencana tersebut, mendorong ASEAN untuk melarang perwakilannya dari pertemuan tingkat atas. Para jenderal menuduh ASEAN melanggar prinsip dasar non-intervensi blok tersebut dalam urusan domestik masing-masing.

Suu Kyi, putri pahlawan kemerdekaan Myanmar yang jadi martir Jenderal Aung San, menghabiskan hampir 15 tahun sebagai tahanan politik di bawah tahanan rumah antara tahun 1989 dan 2010.

Pendiriannya yang keras melawan pemerintahan militer di Myanmar mengubahnya menjadi simbol perjuangan tanpa kekerasan untuk demokrasi, dan memenangkannya Hadiah Nobel Perdamaian 1991.

Militer Myanmar berencana pindahkan Suu Kyi ke tahanan rumah
Rabu, 26 Juli 2023 13:50
Artikel ditulis oleh
img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan