logo alinea.id logo alinea.id

NASA: Uji coba rudal antisatelit India mengerikan

Uji coba rudal antisatelit India menciptakan setidaknya 400 keping puing orbital yang menempatkan ISS dan para astronaut dalam bahaya.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 02 Apr 2019 18:26 WIB
NASA: Uji coba rudal antisatelit India mengerikan

Uji coba rudal antisatelit India menciptakan setidaknya 400 keping puing orbital yang menempatkan Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS) dan para astronaut dalam bahaya. Hal tersebut disampaikan pihak NASA.

Direktur NASA Jim Bridenstine pada Senin (1/4) mengatakan bahwa hanya 60 keping puing yang cukup besar yang terlacak. Dari jumlah itu, 24 di antaranya berada di atas ISS, titik orbit stasiun angkasa luar terjauh dari Bumi.

"Itu adalah hal yang mengerikan ... Menciptakan sebuah peristiwa yang mengirimkan puing-puing ke sebuah puncak yang melampaui ISS," kata Bridenstine. "Kegiatan semacam itu tidak kompatibel dengan masa depan pesawat angkasa luar berawak manusia."

Dia menambahkan, "Kami tidak dapat mengizinkan orang membuat puing orbital yang membahayakan orang-orang kami."

Perdana Menteri Narendra Modi pada 27 Maret 2019 mengumumkan bahwa India telah mencapai prestasi bersejarah dengan menembak jatuh satelit yang tengah mengangkasa di orbit rendah Bumi dengan rudal antisatelit. Hanya tiga negara, yakni Amerika Serikat, Rusia, dan China yang memiliki kemampuan tersebut.

TWITTER MODI

Kementerian Luar Negeri India lewat sebuah pernyataan mengatakan bahwa uji coba itu dilakukan di atmosfer yang lebih rendah untuk memastikan bahwa tidak ada puing-puing di angkasa luar dan puing-puing yang dihasilkan akan rusak dan jatuh kembali ke Bumi dalam waktu beberapa minggu.

Tetapi Bridenstine menegaskan bahwa uji coba yang dilakukan India telah meningkatkan risiko puing-puing kecil menabrak ISS menjadi 44% selama 10 hari segera sesudahnya.

Sponsored

"Itu tidak dapat diterima, dan NASA harus sangat jelas tentang apa dampaknya bagi kita," ungkap Bridenstine. "Kami ditugaskan untuk memungkinkan lebih banyak aktivitas di angkasa luar dibanding yang pernah ada sebelumnya dengan tujuan memberi manfaat bagi kondisi manusia ... Itu berada dalam risiko ketika peristiwa ini terjadi dan ketika satu negara melakukannya maka negara lain merasa mereka harus melakukannya juga."

Saat ini NASA sudah melacak 23.000 keping orbital ukuran 10 sentimeter atau lebih besar. Sepertiga dari itu muncul pada 2007, ketika China melakukan uji coba senjata antisatelit dan pada 2009 ketika satelit komunikasi AS dan Rusia bertabrakan.

Namun, Bridenstine mengatakan tes yang dilakukan India cukup rendah sehingga seiring waktu, semua puing-puing tersebut semua akan menghilang. "ISS dan semua astronaut aman."

Sumber : CNN