sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pangeran Harry dan Meghan mundur sebagai anggota senior Kerajaan Inggris

Pangeran Harry dan Meghan mengatakan, keputusan untuk mundur diambil setelah refleksi dan diskusi internal selama berbulan-bulan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 09 Jan 2020 12:49 WIB
Pangeran Harry dan Meghan mundur sebagai anggota senior Kerajaan Inggris
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Pangeran Harry (35) dan Meghan Markle (38) yang masing-masing berstatus Duke of Sussex dan Duchess of Sussex pada Rabu (8/1) mengumumkan akan mundur sebagai anggota senior Kerajaan Inggris. Mereka menyatakan akan bekerja agar dapat mandiri secara finansial.

Menurut BBC, tidak ada anggota keluarga kerajaan lain, termasuk Ratu Elizabeth atau Pangeran William, yang diajak berkonsultasi oleh Harry dan Meghan terkait keputusan mengejutkan tersebut. Pihak Istana Buckingham pun dilaporkan kecewa.

Dalam pernyataan yang diunggah di situs resmi dan akun Instagram mereka, Harry dan Meghan mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah refleksi dan diskusi internal selama berbulan-bulan.

"Kami bermaksud untuk mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan dan bekerja agar mandiri secara finansial, sambil terus sepenuhnya mendukung Yang Mulia Ratu," sebut Harry dan Meghan.

Selain itu, Harry dan Meghan juga mengatakan, berencana untuk menyeimbangkan waktu antara di Inggris dan Amerika Utara sambil terus menghormati tanggung jawab mereka kepada Ratu Elizabeth, persemakmuran, dan organisasi-organisasi yang mereka lindungi.

"Keseimbangan ... akan memungkinkan kami untuk membesarkan putra kami dengan apresiasi terhadap tradisi kerajaan di mana dia berasal, sementara juga memberikan ruang bagi keluarga kamu untuk fokus pada babak berikutnya, termasuk meluncurkan entitas amal baru," ungkap Harry dan Meghan.

Koresponden BBC di kerajaan, Jonny Dymond, menyebutkan bahwa kekecewaan para pejabat di istana cukup kuat.

"Mungkin bukan atas apa yang telah dilakukan, melainkan bagaimana itu dilakukan dan kurangnya konsultasi ... Ini jelas merupakan keretakan besar antara Harry dan Meghan di satu sisi, dan seluruh anggota keluarga kerajaan di sisi lainnya," kata dia.

Sponsored

Seorang juru bicara Istana Buckingham menjelaskan bahwa diskusi dengan Harry dan Meghan atas keputusan mereka untuk mundur ada pada tahap awal.

"Kami memahami keinginan mereka untuk mengambil pendekatan yang berbeda, tetapi ini adalah persoalan rumit yang akan membutuhkan waktu untuk diselesaikan," tegas jubir Istana Buckingham.

Selama Natal, Harry dan Meghan mengambil cuti enam pekan dari tugas kerajaan dan memilih menghabiskan waktu di Kanada bersama putri mereka, Archie.

Setelah kembali ke Inggris pada Selasa (7/1), Harry dan Meghan mengunjungi Komisi Tinggi Kanada di London untuk berterima kasih atas kehangatan dan keramahan yang luar biasa selama mereka di sana.

Kanada punya tempat tersendiri bagi Meghan, di mana dia sempat tinggal saat membintangi serial TV berjudul "Suits". Duchess of Sussex juga memiliki beberapa teman di Kanada. 

Gempuran pers

Mantan juru bicara Ratu Elizabeth yang kini menjadi komentator kerajaan, Dickie Arbiter, berpendapat bahwa keputusan Harry menunjukkan bahwa "hati sang pangeran memerintah kepalanya".  

"Gempuran besar-besaran pers saat putra mereka, Archie, lahir mungkin memainkan peran dalam keputusan tersebut," ujar Arbiter.

Dia membandingkan keputusan Harry dengan pengunduran diri Edward VIII pada 1936 demi menikahi janda asal Amerika Serikat, Wallis Simpson.

"Itu satu-satunya preseden, tidak ada yang seperti itu pada zaman modern," kata dia.

Arbiter terus terang mengatakan, dia tidak dapat menjelaskan apa yang akan terjadi berikutnya.

"Jika Inggris menjadi tempat tinggal utama, itu artinya mereka akan lebih sering terbang, meninggalkan jejak karbon yang besar," ungkap Arbiter seraya menambahkan bahwa hal tersebut akan memicu kritikan.

Arbiter pun mempertanyakan bagaimana pasangan itu dapat mandiri secara finansial.

"Maksud saya, Harry bukan orang miskin, tapi untuk menempatkan diri di dua benua berbeda, membiayai keluarga, melanjutkan tanggung jawab ... Bagaimana tugas-tugasnya akan dibiayai? Bagaimana dengan biaya keamanan mereka? Karena mereka masih harus memiliki pengawal, siapa yang akan membayar untuk itu? Siapa yang menyediakan staf keamanan bagi mereka?," ujar dia.

Arbiter mengingatkan pula bahwa publik akan bertanya-tanya mengapa uang pembayar pajak sebesar 2,4 juta poundsterling dihabiskan untuk merenovasi Frogmore Cottage di Windsor yang menjadi kediaman Harry dan Meghan jika mereka sekarang memilih tinggal di tempat lain selama beberapa waktu.

Sementara itu, menurut Dymond, pasangan Harry dan Meghan memiliki "simpanan dalam jumlah besar", termasuk yang berasal dari warisan yang didapat Harry dari mendiang Putri Diana dan juga bayaran Meghan saat berprofesi sebagai aktris. 

Mungkinkah Harry dan Meghan mendapat pekerjaan? Dymond menuturkan, "Ada persoalan bagi anggota keluarga kerajaan bahkan mereka yang telah menyatakan mundur untuk mendapat kerja. Karena mereka akan dilihat memanfaatkan latar belakang mereka dan sejumlah pertanyaan akan muncul tentang konflik kepentingan."

Saat ini, menurut Dymond, adalah momen "wait and see" untuk mengetahui apakah keputusan Harry dan Meghan akan berlaku atau apakah ini justru panggung mereka yang sesungguhnya untuk keluar dari anggota keluarga kerajaan.

Selama ini, tugas-tugas publik Pangeran William dan istrinya Kate Middleton serta Pangeran Harry dan Meghan dibiayai oleh Pangeran Charles melalui pendapatan dari Duchy of Cornwall.

Penulis yang juga jurnalis, Penny Junor, menyatakan, dia tidak dapat membayangkan bagaimana keputusan Harry dan Meghan dipraktikkan. 

"Saya merasa itu tidak dipersiapkan dengan baik ... Mereka mungkin tidak merasa mereka dicintai tetapi sebenarnya mereka sangat dicintai," ujar Junor.  

Pangeran Harry berada di urutan keenam takhta kerajaan, setelah Pangeran Charles, Pangeran William dan tiga anaknya.

Dalam sebuah film dokumenter ITV tahun lalu, Meghan mengakui bahwa perannya sebagai ibu penuh perjuangan menyusul intensnya pemberitaan. Di lain sisi, Pangeran Harry juga merespons kabar keretakan dia dan Pangeran William dengan mengatakan mereka beda jalan.

Pada Oktober, pasangan Harry dan Meghan memulai proses hukum terhadap tindakan surat kabar Mail on Sunday yang mempublikasikan salah satu surat pribadi Meghan.

Selain itu, proses hukum juga bergulir terhadap The Sun, News of the World, dan Daily Mirror, terkait dengan dugaan peretasan telepon.

Pangeran Harry mengungkapkan, "Saya telah kehilangan ibu dan sekarang saya menyaksikan istri saya menjadi korban kekuatan yang sama."

Duke dan Duchess of Sussex memutuskan pindah dari Istana Kensington, yang juga tempat tinggal resmi Pangeran William dan Kate tinggal, pada 2018. Kemudian pada musim panas lalu mereka mengumumkan pemisahan badan amal dengan William dan Kate untuk mendirikan badan amal sendiri.

Tahun lalu disebut penuh ujian bagi Kerajaan Inggris. Salah satu yang jadi sorotan utama adalah mundurnya Pangeran Andrew atau Duke of York dari tugas-tugas kerajaan setelah kontroversi seputar hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan Jeffrey Epstein.

Sumber : BBC

Berita Lainnya