close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi cacar monyet. Dok Reuters.
icon caption
Ilustrasi cacar monyet. Dok Reuters.
Dunia
Senin, 13 Juni 2022 14:33

Pemerintah Venezuela umumkan kasus pertama cacar monyet

Kasus pertama di Venezuela adalah pria yang baru pulang dari Madrid.
swipe

Pemerintah Venezuela menyatakan kasus pertama cacar monyet di negaranya terdeteksi pada Minggu (12/6). Pasien pertama kasus tersebut adalah seorang laki-laki yang baru saja bepergian dari Madrid dan masuk Venezuela melalui bandara utamanya di dekat Caracas.

Dilansir dari Reuters, Minggu (12/6), pemerintah setempat tengah melakukan pelacakan. Namun, tidak disebutkan berapa usia pria tersebut.

"Dia segera diisolasi, tes terkait dilakukan dan sampel diambil, memberikan hasil positif," kata Menteri Kesehatan Magaly Gutierrez di Twitter.

Sebagai informasi, Argentina adalah negara Amerika Latin pertama yang mengkonfirmasi kasus cacar monyet. Spanyol, Inggris, dan Portugal telah mencatat sebagian besar kasus penyakit yang biasanya ringan di luar wilayah Afrika bagian barat dan tengah di mana penyakit itu endemik.

Para ilmuwan bingung apa yang menyebabkan kasus cacar monyet semakin merebak. Kasus cacar monyet sebagian besar merebak di Eropa, meski sakit itu awalnya menjadi biasa di wilayah Afrika.

Dikutip dari Reuters, Kamis (2/6), para ilmuwan mendesak dunia untuk memastikan negara-negara berpenghasilan rendah mendapat manfaat dari hasil penelitian mengenai cacar monyet. Sejauh ini, WHO mengatakan, lebih dari 550 kasus cacar monyet telah dilaporkan oleh setidaknya 30 negara di luar Afrika, tempat virus ditemukan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO memperingatkan, hewan dan manusia mengubah perilaku mereka, termasuk kebiasaan mencari makanan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca yang berubah dengan cepat terkait dengan perubahan iklim. Hal ini menunjukkan patogen yang dulu umumnya terbatas pada geografi tertentu dapat menyebar lebih jauh dan berpotensi melompat bolak-balik antara manusia dan spesies hewan yang rentan.

Beberapa ahli kesehatan khawatir cacar monyet dan penyakit menular lainnya dapat ditularkan ke hewan melalui limbah medis manusia. Mereka memperingatkan kewaspadaan terus-menerus dan kerja sama global sangat penting untuk menggagalkan wabah cacar monyet saat ini. 

Presiden kelompok kerja WHO untuk satwa liar, William Karesh menyebut, penting untuk membatasi merebaknya jumlah kejadian.

"Jika kami hanya fokus pada perawatan, kita mungkin akan bertemu lagi dalam waktu dua tahun tentang penyakit baru," ucap dia.

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan