sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polemik kepemilikan senjata di Negeri Paman Sam

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mempersenjatai guru di sekolah.

Purnama Ayu Rizky
Purnama Ayu Rizky Jumat, 23 Feb 2018 12:47 WIB
Polemik kepemilikan senjata di Negeri Paman Sam

Menyusul aksi penembakan sekolah di Florida, Rabu (14/2)  yang menewaskan 17 orang, Presiden Amerika Serikat Donald Trump usul para guru bisa dipersenjatai. Alasannya, para guru dinilai bisa mengakhiri serangan di sekolah dengan sangat cepat.

Trump melontarkan usulan ini, setelah penyintas pembantaian di SMA Marjory Stoneman Douglas berkisah dengan penuh emosional. Penyintas tersebut mendesak Trump untuk memastikan kejadian serupa tak akan terulang lagi.

Merespon ini, Mark Barden, orang tua Daniel, murid yang terbunuh dalam penembakan di SD Sandy Hook di Connecticut pada 2012 mengatakan penggunaan senjata bukanlah jawaban.

"Guru sekolah sudah memikul begitu banyak tanggung jawab saat ini. Berat kalau harus pula mengemban tanggung jawab luar biasa untuk memegang senjata maut yang bisa mengakhiri hidup orang," katanya.

Menurutnya tak ada orang yang ingin menyaksikan terjadinya tembak-menembak di sekolah lagi.

Kritik itu direspon sepi oleh Trump. Baginya, mempersenjatai guru tetap jadi solusi efektif. Sebab, guru yang memegang senjata pun akan melewati proses pelatihan yang komprehensif.

Selain pelatihan guru, Trump dikabarkan juga akan memperketat pemeriksaan latar belakang para pembeli senjata. Ini senada dengan seruan para penyintas yang menuntut pembatasan kepemilikan senjata di Negara Paman Sam

"Kami akan sangat ketat dalam pemeriksaan latar belakang, dengan penekanan yang sangat kuat pada kesehatan mental orang," ucapnya di Gedung Putih, Rabu (21/2), dikutip dari NYTimes.

Sponsored

Menurut politisi Partai Republik ini, rencana Trump ihwal pembatasan senjata dan pelatihan guru tak akan jadi wacana seperti di masa lalu.

Apalagi mengingat, AS menjadi negara tertinggi yang kematian warga negaranya disebabkan oleh penyalahgunaan senjata api. Lebih dari 11.000 orang di AS tewas dibunuh dengan menggunakan senjata api pada 2016. Jumlah tersebut mencapai dua-pertiga dari keseluruhan pembunuhan.

Ini berkelindan dengan jumah kepemilikan senjata api di sana. Berdasarkan survei 2017, sekitar 40% warga AS mengaku memiliki senjata api atau tinggal di rumah yang menyimpan senpi.

Namun publik tak langsung percaya dengan perkataan Trump. Sebelumnya Presiden Barack Obama paling getol memperjuangkan aturan pengetatan senjata. Pun mantan rival Trump, Hillary Clinton juga tegas menentang kepemilikan senjata untuk warga. Namun itikad Hillary tak direstui Kongres AS. Sebaliknya, pada kampanye pemilihan presiden 2016, Trump yang didukung Republik, justru diduga telah mendukung diizinkannya membawa senjata di ruang kelas.

Trump juga menyatakan mendukung sebuah proposal yang sejak lama diupayakan oleh National Rifle Association (NRA). Itu merupakan salah satu kelompok pelobi terkuat di AS, dengan sokongan anggaran pengeluaran berlebih untuk mempengaruhi anggota parlemen soal kebijakan senjata api. NRA secara resmi menghabiskan US$3 juta atau Rp 40,4 miliar khusus untuk melobi.

NRA sendiri merapat ke Trump dan berkampanye menentang segala bentuk pengetatan kepemilikan senjata api di AS. Organisasi itu berdalih bahwa memiliki senjata justru membuat AS lebih aman.

Menurut situs Armed Campuses, sejumlah negara bagian AS sudah mengizinkan pistol dibawa secara tersembunyi ke tempat kuliah. Namun, negara bagian Florida tidak termasuk.

Protes kebijakan Trump/ Pixabay

Penembakan di sekolah Amerika Serikat sendiri menjadi aksi kesekian yang terjadi, selama 20 tahun terakhir. Reuters merangkum aksi penembakan yang menyebabkan korban tewas berjatuhan.

Benton, Kentucky, 23 Januari 2018 - Seorang siswa laki-laki berusia 15 tahun menembak mati dua temannya yang juga berusia 15 tahun, di Marshall County High School di Kentucky barat. Pelaku beraksi dengan membawa pistol. Sebanyak 14 orang lainnya terluka.

Aztec, New Mexico, 7 Desember 2017 - Seorang pria berusia 21 tahun yang menyamar sebagai siswa memasuki sekolah menengah setempat. Pelaku menembak mati siswa dan kemudian menembak dirinya sendiri hingga tewas.

San Bernardino, California, 10 April 2017 - Seorang pria tewas karena luka tembak yang ditimbulkan oleh dirinya sendiri setelah membunuh istrinya yang terasing di North Park Elementary School. Seorang siswa berusia 8 tahun juga ditembak mati.

Roseburg, Oregon, 1 Oktober 2015 - Seorang pria melepaskan tembakan ke kampus Umpqua Community College, menewaskan sembilan orang sebelum dia ditembak mati oleh polisi.

Marysville, Washington, 24 Oktober 2014 - Seorang mahasiswa di Marysville-Pilchuck High School melukai empat siswa hingga parah di kafetaria sebelum bunuh diri.

Santa Monica, California, 7 Juni 2013 - Seorang siswa media digital menembak mati ayah dan saudara laki-lakinya, membakar rumah mereka, dan kemudian membunuh tiga orang di Santa Monica College. Pria bersenjata itu kemudian bunuh diri.

Newtown, Connecticut, 14 Desember 2012 - Seorang pria menembak mati ibunya, kemudian membunuh 20 anak-anak dan enam orang dewasa sebelum bunuh diri di Sekolah Dasar Sandy Hook.

Oakland California, 2 April 2012 - Seorang mantan siswa perawat membunuh tujuh orang dan melukai tiga orang di Universitas Oikos, sebuah perguruan tinggi Kristen Korea.

Chardon, Ohio, 27 Februari 2012 - Siswa berusia tujuh belas tahun di Chardon High School membunuh tiga siswa dan melukai tiga lainnya di kafetaria sekolah.

Huntsville, Alabama, 12 Februari 2010 - Seorang profesor biologi di University of Alabama di Huntsville melepaskan tembakan saat rapat staf, menewaskan tiga anggota fakultas dan melukai tiga lainnya.

Dekalb, Illinois, 14 Februari 2008 - Seorang mantan mahasiswa pascasarjana membunuh lima siswa dan menyebabkan 16 orang luka-luka di Northern Illinois University sebelum bunuh diri.

Baton Rouge, Louisiana, 8 Februari 2008 - Mahasiswa perawat di Louisiana Technical College membunuh dua teman sekelas dan dirinya sendiri di sebuah kelas.

Blacksburg, Virginia, 16 April 2007 - Seorang pria bersenjata membunuh 32 orang dan membunuh dirinya di Virginia Polytechnic Institute and State University, yang dikenal sebagai Virginia Tech.

Nickel Mines, Pennsylvania, 2 Oktober 2006 - Seorang pria bersenjata membunuh lima gadis di Amish schoolhouse dalam satu kamar, sebelum bunuh diri.

Sheperdstown, West Virginia, 2 September 2006 - Seorang pria berusia 49 tahun menembak dirinya dan kedua putranya sampai mati saat berkunjung ke kampus Shepherd University.

Red Lake Indian Reservation, Minnesota, 21 Maret 2005 - Seorang siswa SMA berusia 16 tahun membunuh tujuh orang dan melukai beberapa lainnya dalam sebuah aksi penembakan setelah membunuh dua orang di luar kampus. Dia kemudian bunuh diri.

Cold Spring, Minnesota, 24 September 2003 - Siswa berusia lima belas tahun secara fatal menembaki seorang siswa baru dan seorang senior di Sekolah Menengah Rocori.

Tucson, Arizona, 29 Oktober 2002 - Seorang mahasiswa menembak dan membunuh tiga profesor dan kemudian dirinya di University of Arizona School of Nursing.

Grundy, Virginia, 16 Januari 2002 - Seorang mahasiswa pascasarjana yang baru saja dikeluarkan membunuh seorang dekan, seorang profesor dan seorang pelajar di Appalachian School of Law dan melukai tiga lainnya.

Santee, California, 5 Maret 2001 - Seorang siswa di Santana High School membunuh dua siswa, melukai 13 lainnya.

Littleton, Colorado, 20 April 1999 - Dua remaja mengamuk di Columbine High School, menembaki 12 siswa dan seorang guru serta melukai lebih dari 20 orang lainnya sebelum bunuh diri.

Jonesboro, Arkansas, 24 Maret 1998 - Dua anak laki-laki, yang berusia 11 dan 13 tahun, membakar sekolah menengah mereka, menewaskan empat anak perempuan dan seorang guru serta melukai 11 lainnya.

Berita Lainnya