sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Raja Yordania buka suara soal drama keluarga kerajaan

Pihak berwenang Yordania menuduh Pangeran Hamzah sebagai bagian dari plot yang didukung oleh entitas asing untuk mengguncang kerajaan.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 08 Apr 2021 12:55 WIB
Raja Yordania buka suara soal drama keluarga kerajaan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Raja Yordania Abdullah II akhirnya buka suara tentang perselisihan di dalam keluarga kerajaan yang mengguncang negara.

Dia menyebut peristiwa tersebut sebagai kejadian paling menyakitkan selama 22 tahun masa pemerintahannya.

Kisah tersebut dimulai akhir pekan lalu, ketika otoritas Yordania menahan sekitar 15 orang, termasuk seorang tokoh politik terkenal dan setidaknya satu anggota keluarga kerajaan. 

Seorang pangeran, Hamzah bin Al Hussein, mengaku telah ditempatkan di bawah tahanan rumah dalam sebuah video yang dikirim ke media lokal.

Pihak berwenang menuduh bahwa Pangeran Hamzah adalah bagian dari plot yang didukung oleh entitas asing yang tidak disebutkan namanya untuk mengguncang kerajaan Yordania. Hamzah sendiri telah membantah klaim tersebut.

"Tidak ada yang sebanding dengan keterkejutan, rasa sakit, dan amarah saya sebagai saudara dan sebagai kepala keluarga Hashemite, serta sebagai pemimpin rakyat kami," kata Raja Abdullah II dalam pernyataan tertulisnya yang dirilis pada Rabu (7/4).

Menanggapi spekulasi tentang keberadaan Pangeran Hamzah, yang merupakan saudara tiri Abdullah, sang raja mengatakan bahwa Hamzah bersama keluarganya di istana.

"Tindakan penghasutan di kerajaan kini telah dibasmi dari akarnya," tambahnya.

Sponsored

Pangeran Hamzah merupakan Putra Mahkota Yordania selama lima tahun setelah ayahnya, Raja Hussein, meninggal pada 1999. Kemudian pada 2004, Raja Abdullah II mencabut gelarnya sebagai pewaris dan kemudian menamai putranya yang masih remaja, Pangeran Hussein bin Abdullah, sebagai putra mahkota.

Dalam rekaman video yang dirilis ke BBC akhir pekan lalu, Pangeran Hamzah membantah tuduhan telah merencanakan tindakan antipemerintah, mengecam kepemimpinan negara, dan mengatakan dia berada di bawah tahanan rumah dengan internet dan saluran telepon yang telah diputus.

Namun, drama keluarga kerajaan tampaknya mereda pada Senin (5/4) malam ketika pengadilan Kerajaan Yordania merilis dokumen yang ditandatangani oleh Hamzah yang berjanji setia kepada raja.

"Kepentingan nasional harus tetap di atas segalanya. Kita semua harus mendukung Yang Mulia Raja dalam upayanya untuk melindungi Yordania dan kepentingan nasionalnya, serta memastikan yang terbaik bagi rakyat Yordania," bunyi surat itu, yang menggunakan kop surat Pangeran Hamzah.

Otoritas Yordania juga telah mengurangi perintah bungkam media tentang kasus Pangeran Hamzah.

Yordania terperosok dalam masalah ekonomi di tengah protes yang berkembang terhadap dugaan korupsi dan malapraktik pemerintah. 

Kemarahan terhadap pemerintah tumbuh di antara kaum mudanya, yang mencakup sebagian besar populasi di Yordania, atas keadaan ekonomi yang diperburuk oleh pandemik Covid-19.

Tingkat pengangguran dan kemiskinan telah mencapai rekor tertinggi. Ketidakpuasan telah mendorong warga Yordania turun ke jalan dan memprotes pemerintah.

Sumber : CNN

Setelah mereka meniup peluit...

Setelah mereka meniup peluit...

Kamis, 22 Apr 2021 16:48 WIB
Memutus belenggu generasi sandwich

Memutus belenggu generasi sandwich

Kamis, 22 Apr 2021 14:25 WIB
Burma dan saga biksu-biksu revolusi

Burma dan saga biksu-biksu revolusi

Rabu, 21 Apr 2021 17:33 WIB
Berita Lainnya