sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Resmi dilantik, presiden baru Ukraina bubarkan parlemen

Dalam sistem politik Ukraina, presiden dapat membubarkan parlemen jika tidak ada koalisi pendukungnya di sana.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 20 Mei 2019 18:41 WIB
Resmi dilantik, presiden baru Ukraina bubarkan parlemen

Setelah resmi dilantik jadi presiden baru Ukraina, komedian Volodymyr Zelensky mengumumkan akan membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan legislatif lebih awal (snap election) yang diperkirakan akan berlangsung pada Oktober 2019.

Pada upacara pelantikan yang berlangsung di Kiev, Zelensky mengatakan akan membubarkan Verkhovna Rada, sebutan bagi Parlemen Ukraina. Dalam sistem politik Ukraina, presiden dapat membubarkan parlemen jika tidak ada koalisi pendukungnya di sana.

Jumat pekan lalu, tim sukses Zelensky mengatakan bahwa negara membutuhkan parlemen yang berfungsi dan mau mendukung pemerintahan baru.

Selain membubarkan parlemen, dia menuturkan bahwa mengakhiri konflik dengan pemberontak yang didukung Rusia akan menjadi prioritas utamanya. Dia juga berkampanye keras melawan korupsi di pemerintahan.

"Orang yang berkuasa harus melayani publik," kata Zelensky pada Senin (20/5).

Dia menegaskan bahwa tugas utama pemerintahannya adalah untuk mencapai gencatan senjata di Donbas, merujuk pada wilayah timur Ukraina yang dikuasai pemberontak yang didukung Rusia.

Dalam upacara pelantikannya, Zelensky diberi simbol emas termasuk tongkat kerajaan yang dia angkat tinggi sebagai tanda kemenangan. Paduan suara dengan kostum adat menyanyikan lagu-lagu patriotik untuk menyambutnya.

Televisi pemerintah Rusia mengatakan tidak ada pejabat Rusia yang diundang ke pelantikan tersebut.

Sponsored

Zelensky menyampaikan pidato pelantikannya dengan bahasa Ukraina tetapi saat merujuk pada konflik di timur, dia beralih menggunakan bahasa Rusia.

"Saya yakin bahwa untuk memulai dialog antara kedua negara, Rusia harus mengembalikan semua tahanan Ukraina," tuturnya.

Perselisihan di wilayah timur telah menewaskan sekitar 13.000 orang sejak Moskow menganeksasi Krimea pada 2014.

Siapakah Zelensky?

Zelensky membintangi drama satire bertajuk Servant of the People, di mana dia berperan sebagai Presiden Ukraina. Dia mencalonkan diri sebagai presiden di bawah partai politik dengan nama yang sama dengan program televisinya.

Tidak memiliki pengalaman politik sebelumnya, kampanye Zelensky berfokus pada perbedaannya dengan kandidat lain ketimbang menyajikan gagasan kebijakan konkret.

Dengan strategi itu, Zelensky berhasil mengalahkan petahana Petro Poroshenko dan meraih lebih dari 70% suara.

Zelensky kemungkinan akan dihadapkan dengan sejumlah persoalan serius setelah menjabat.

Dia menjadikan penanggulangan korupsi yang mengakar di Ukraina sebagai tema kampanye utama. Bulan lalu, para pejabatnya mengumumkan rencana untuk menghapus kekebalan anggota parlemen dari penuntutan dan menginginkan agar transaksi pembelian militer menjadi lebih transparan.

Namun, banyak yang berpendapat bahwa tantangan terbesar yang akan dihadapi pemimpin baru itu adalah konflik berkelanjutan dengan pemberontak yang didukung Rusia di Ukraina bagian timur.

Sebelumnya, Zelensky mengatakan dia ingin memperbarui hubungan dengan Ukraina bagian timur dan mengakhiri konflik yang ada.

Sudah ada indikasi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin berniat untuk menyulitkannya. Pasalnya, tidak lama usai pemilu, Putin mengambil langkah kontroversial dan memudahkan mereka yang tinggal di wilayah separatis Ukraina bagian timur untuk mendapatkan paspor Rusia.

Banyak yang memandang keputusan itu sebagai tantangan awal Putin bagi Zelensky.

Menanggapi langkah Putin, di Facebook tim Zelensky menyebut Rusia sebagai negara agresif yang menginginkan pertikaian dengan Ukraina. Zelensky mendesak agar komunitas internasional memberikan tekanan diplomatik dan sanksi bagi Moskow.

Sumber : BBC