sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

RI apresiasi peran AS dalam gencatan senjata Israel-Hamas

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu Mahendra dalam pertemuan bilateral dengan Wamenlu AS di Jakarta pada Senin (31/5).

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 31 Mei 2021 16:43 WIB
RI apresiasi peran AS dalam gencatan senjata Israel-Hamas

Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar menyatakan, Indonesia menyambut baik proses gencatan senjata yang sedang berlangsung antara militer Israel dengan kelompok militan yang menguasai Jalur Gaza, Hamas.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu Mahendra dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Wendy Sherman di Jakarta pada Senin (31/5).

"Indonesia merasa bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk lebih meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah," tuturnya.

Lebih lanjut, Mahendra menuturkan bahwa Indonesia mengapresiasi dan menghargai peran Presiden Joe Biden sehingga proses gencatan senjata antara Israel-Hamas berlangsung.

AS merupakan salah satu sekutu terdekat dan terkuat Israel.

"Indonesia menyambut baik posisi AS yang mendukung solusi dua negara dan menyatakan kesiapan kami untuk berkontribusi dalam mewujudkan solusi ini," ungkap Mahendra.

Wamenlu AS-Indonesia juga membahas mengenai situasi di Myanmar pascakudeta militer pada 1 Februari.

"Kami menyampaikan perkembangan kepada Wamenlu Sherman mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan dan komitmen Indonesia terhadap tindak lanjut dari pertemuan ASEAN terkait Myanmar," kata Mahendra.

Sponsored

Dalam kesempatan yang sama, Sherman menuturkan bahwa AS berharap dapat memperluas kerja sama dengan Indonesia di berbagai lembaga multilateral, termasuk ASEAN, G20, dan PBB.

"Saya ingin mengapresiasi Indonesia atas kepemimpinan dan tanggapannya terhadap krisis di Myanmar," sebut dia.

Menurut Wamenlu Sherman, Indonesia telah berada di garis depan dalam upaya untuk mengakhiri kekerasan dan mengembalikan Myanmar ke jalan menuju pemerintahan yang damai, sejahtera, dan berbasis pada demokrasi.

Berita Lainnya