logo alinea.id logo alinea.id

Shinjiro Koizumi, bintang baru di kabinet Jepang

Shinjiro Koizumi yang berusia 38 tahun digadang-gadang sebagai kandidat kuat PM Jepang berikutnya.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 11 Sep 2019 14:38 WIB
Shinjiro Koizumi, bintang baru di kabinet Jepang

Menteri Lingkungan Hidup baru Jepang Shinjiro Koizumi belakangan menempati posisi teratas sebagai anggota parlemen yang paling disukai untuk menjadi perdana menteri berikutnya. Pria usia 38 tahun itu adalah putra dari Junichiro Koizumi, mantan PM Jepang, yang terkenal karismatik.

Shinjiro merupakan anggota parlemen termuda ketiga yang bergabung dengan kabinet pasca-Perang Dunia II ketika PM Shinzo Abe mengumumkan perombakan pada Rabu (11/9). Bulan lalu sosoknya menjadi ulasan utama di media-media Jepang setelah dikabarkan akan menikah dan menjadi ayah.

Perempuan yang menjadi kekasihnya adalah Christel Takigawa (42), seorang presenter TV blasteran Jepang-Prancis.

Shinjiro mempertimbangkan untuk mengambil cuti ayah setelah anaknya lahir pada awal tahun depan, sebuah langkah kontroversial di Negeri Sakura, di mana perempuan masih dianggap memimpin dalam urusan membesarkan anak.

Pernyataan kontroversial Shinjiro lainnya adalah ketika dia menyatakan mendukung pasangan suami istri menggunakan nama keluarga terpisah. Praktik tersebut dilarang berdasarkan UU yang ada saat ini.

Sebagai menteri lingkungan, Shinjiro mungkin dapat berada pada posisi yang canggung mengingat komitmen Abe terhadap tenaga nuklir. Pasalnya, sang ayah yang telah pensiun dari parlemen, merupakan kritikus keras energi atom pascakrisis nuklir Fukushima pada 2011.

Pada 2014, Shinjiro pernah ditunjuk sebagai wakil menteri parlemen untuk rekonstruksi wilayah Tohoku yang dilanda tsunami. 

"Selama ini, Shinjiro sebagian besar dikenal  atas kinerjanya dan tidak jelas seberapa banyak kebijakan yang dimilikinya. Sekarang itu akan menjadi jelas," kata Yu Uchiyama, seorang profesor di University of Tokyo.

Sponsored

Sebelumnya, Shinjiro telah disarankan bahwa menduduki jabatan penting terlalu cepat berisiko. Namun, beberapa yang mengenalnya mengatakan dia mungkin tidak ingin menunggu terlalu lama sebelum akhirnya mengincar kursi PM.

"Dia seorang pemuda yang tergesa-gesa," sebut salah satu sumber yang bicara secara anonim.

Abe, yang kembali berkuasa pada Desember 2012 menjanjikan akan menghidupkan kembali ekonomi dan memperkuat pertahanan. Kemenangannya dalam pemilihan Ketua Partai Demokratik Liberal (LDP) pada September 2018 telah memuluskan jalannya untuk menjadi PM terlama Jepang.

Masa jabatan Abe sebagai pemimpin LDP, yang mengamankan jabatan PM jika LDP tetap berkuasa, berakhir pada September 2021. Aturan partai harus diubah jika dia mengejar masa jabatan berikutnya.

Shinjiro lulus dari Kanto Gakuin University di Jepang dan meraih gelar master dari Columbia University. Pada 2009, ketika LDP tersingkir dari kekuasaan selama tiga tahun, dia berhasil memenangkan kursi majelis rendah yang dikosongkan oleh ayahnya. 

Perombakan kabinet juga mengakibatkan perubahan di pos kementerian luar negeri dan pertahanan. PM Abe menunjuk Toshimitsu Motegi (63) sebagai menlu baru untuk menggantikan Kono Taro, yang digeser ke kursi menhan. (Reuters dan Al Jazeera)