logo alinea.id logo alinea.id

Twitter bersih-bersih akun palsu

Selama dua bulan, twitter membekukan akun yang mengandung bots dan trolls di platformnya.

Mona Tobing
Mona Tobing Sabtu, 07 Jul 2018 21:08 WIB
Twitter bersih-bersih akun palsu

Twitter Inc membekukan lebih dari 70 juta akun palsu pada Mei dan Juni ini. Pembekuan akun twitter menyusul upaya pembersihan bots and trolls di platform

Dalam istilah internet, troll adalah orang yang menabur ketidakpuasan di internet dengan memulai argumen atau membuat kesal orang lain. Terkadang troll memposting pesan yang membuat marah, yang ditambah-tambah atau yang keluar dari topik di masyarakat daring seperti kelompok berita, forum, ruang chatting

Tujuannya untuk menghasut pembaca agar bereaksi secara emosional. Sedangkan bots atau yang dikenal sebagai robot jejaring adalah aplikasi perangkat lunak yang mengoperasikan tugas otomatis di internet. 

Secara khusus bots melakukan tugas yang sederhana dan secara struktural berulang di tingkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang mungkin dibuat manusia. Pembersihan akun yang mencurigakan dilakukan di tengah peningkatan tekanan politik.

Hal ini terjadi setelah kongres mengecam twitter karena tidak memiliki peraturan mengenai akun palsu yang dikendalikan dari luar negeri yang mungkin mempengaruhi politik dalam negeri Amerika Serikat (AS). 

Beberapa sumber Washington Post di twitter melaporkan angka pembekuan akun telah lebih dari dua kali lipat sejak Oktober, saat lebih dari satu juta akun dibekukan dalam satu hari selama beberapa bulan belakangan.

Gelombang pembekuan akun oleh jaringan sosial terbesar di dunia tersebut adalah satu dari beberapa kegiatan baru-baru ini oleh twitter. Guna memelihara keamanan platform dan menghentikan sampah internet dan penyalahgunaan akun palsu. 

Wakil Presiden Trust and Safety of Twitter Del Harvey mengatakan upaya ini dilakukan untuk memusatkan perhatian pada peningkatan kesehatan percakapan di twitter. Sehingga orang dapat memiliki akses ke informasi yang dapat dipercaya, relevan dan berkualitas tinggi di twitter. 

Sponsored

Meski begitu, tindakan agresif manajemen twitter terhadap akun yang tidak diinginkan mungkin berdampak pengguna twitter. Sehingga bisa terjadi penurunan jumlah pengguna bulanan yang diperkirakan terjadi pada kuartal kedua tahun ini.