logo alinea.id logo alinea.id

Benarkah mandi setelah begadang berbahaya bagi kesehatan?

Banyak orang Indonesia percaya, mandi usai begadang semalaman bisa menyebabkan serangan jantung.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 12 Apr 2019 10:00 WIB
Benarkah mandi setelah begadang berbahaya bagi kesehatan?

Mandi dua kali sehari sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia. Biasanya mandi dilakukan pagi hari, sebelum beraktivitas, dan sore hari setelah beraktivitas. Namun, karena sudah kebiasaan mandi pagi hari, beberapa orang yang begadang kerap melakukan itu.

Meski demikian, sebagian besar orang percaya, setelah begadang tak boleh mandi. Ketakutan, seperti terkena serangan jantung, rematik, strok, dan masuk angin kerap menjadi alasannya.

Riski Ramadhan, karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta, termasuk orang yang percaya hal itu. Ia mengaku jarang sekali mandi pagi, usai tidak tidur semalaman. Selain berprofesi sebagai digital marketing, Riski pernah sangat sibuk sekali sebagai penabuh drum di grup musiknya. Saat itu, ia sering begadang.

“Takut sakit jantung kalau mandi setelah begadang atau terkena serangan strok,” katanya saat dihubungi reporter Alinea.id, Rabu (10/4).

Riski tak diam saja. Ia pernah menelusuri informasi terkait begadang di internet. Ia menemukan banyak artikel yang menyebut, mandi setelah begadang tak baik untuk kesehatan. Namun, Riski pernah coba-coba mandi usai begadang.

“Badan saya jadi terasa panas, lemas, dan gampang masuk angin,” ujarnya.

Riski makin percaya tak baik mandi setelah tak tidur hingga pagi, setelah ia mendapat kabar ayah seorang temannya meninggal dunia mendadak, karena sering mandi setelah begadang.

“Tiba-tiba dia terkena serangan jantung, terus meninggal,” ujar Riski.

Sponsored

Keyakinan itu bertambah besar, ketika teman dekatnya tertimpa musibah seperti ayah temannya tadi. Saat merantau ke Jakarta untuk bermain musik, grup musik Riski punya jadwal tidur tak teratur. Salah seroang personelnya meninggal mendadak, setelah sebelumnya mengeluh sakit seperti masuk angin.

Ia menduga, meski tak tahu persis penyebabnya, temannya itu meninggal lantaran mandi setelah begadang.

Kan kalau begadang itu badan rasanya panas ya, terus kalau tiba-tiba disiram air dingin, karena ada perbedaan suhu, jadinya kaget. Sering bikin demam, agak meriang gitu. Tapi yang paling sering sih masuk angin,” katanya.

Tak berbahaya, asal…

Menanggapi hal ini, dokter spesialis penyakit jantung Budhi Setianto mengatakan, mandi setelah begadang boleh dilakukan, dan tak menjadi soal selama seseorang merasa badannya bugar sehabis mandi.

Ia mengaku tak pernah mendengar tentang informasi larangan mandi sehabis melek semalaman. Baginya, seseorang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Seseorang boleh saja mandi kapan pun dia suka.

“Kecuali dia mempunyai riwayat sakit jantung, sering mengkonsumsi minuman keras, dan merokok, juga makan-makanan berlemak saat begadang. Mungkin itu bisa kena serangan jantung atau strok. Tapi, itu hanya untuk kondisi khusus,” kata dokter yang berpraktik di Duren Sawit, Jakarta Timur ini saat dihubungi, Rabu (10/4).

Budhi melanjutkan, seseorang dengan riwayat penyakit jantung, kemudian terjaga semalaman karena bekerja dan mengalami stres, denyut jantungnya akan memompa lebih cepat. Hal itu bisa membuat pembuluh darah mengecil.

Untuk kondisi seperti ini, Budhi menyarankan seseorang sebaiknya mandi dengan air hangat. Tujuannya, agar pembuluh darahnya sedikit mengembang.

“Karena kalau mandi air dingin, pembuluh darah bisa tambah menyempit dan menyebabkan pingsan,” ujarnya.

Budhi menambahkan, tekanan darah yang menurun, juga diiringi dengan lancarnya aliran peredaran darah dari jantung ke otak. Namun, lanjutnya, jika seseorang begadang dengan kondisi tubuh yang normal, tidak memiliki riwayat sakit apa pun, dan sering berolahraga, serangan jantung jarang sekali terjadi.

“Kalau orangnya sehat enggak apa-apa, ini kan ceritanya untuk orang dengan kondisi khusus tadi. Untuk mereka yang usianya sudah 40 tahun ke atas dan ada diabetes, mempunyai darah tinggi, merokok, dan minum miras gitu,” kata Budhi.

Menurut dia, hal yang bisa memperparah seseorang terkena serangan jantung, strok, dan rematik adalah bila mandi dengan cara berendam di air hangat. Budhi menjelaskan, berendam air hangat bisa membuat pembuluh darah di kaki dan tangan melebar. Lalu, darah di otak akan turun ke bawah, dan membuat pusing.

“Malah kalau mendadak bisa pingsan,” tutur Budhi.

Lebih lanjut, dosen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menuturkan, informasi soal larangan mandi setelah begadang harus jelas. Baginya, untuk kondisi-kondisi tertentu, masyarakat harus memahami kondisi tubuh masing-masing.

“Harus juga diperhatikan soal keseimbangan gizi, menghindari rokok, awasi tekanan darah, cek kesehatan, dan jangan lupa teratur berolahraga,” ujarnya.

Tak ada di luar negeri

Namun, kepercayaan mandi usai begadang tak ada kebiasaan orang-orang di Eropa dan Amerika. Mereka hanya punya kebiasaan mandi sebelum tidur malam.

Menurut seorang psikolog klinis pendiri NYC Sleep Doctor Janet K. Kennedy dalam artikel “Should You Shower in the Morning, or at Night? Yes” karya Maya Salam di The New York Times edisi 22 Desember 2017, bagi orang yang insomnia, Kennedy mengatakan, mandi malam hari sekitar 90 menit sebelum tidur sangat baik.

Ia merekomendasikan seseorang untuk mandi dengan air yang tak terlalu dingin demi menghindari peningkatan suhu tubuh secara dramatis. "Tubuh secara alami mendingin saat menjelang tidur, selaras dengan ritme sirkadian," katanya dalam artikel tersebut.

Banyak orang Indonesia percaya mandi setelah begadang tak baik bagi kesehatan.

Sementara menurut dosen psikologi dari Harvard University, Shelley Carson, dalam artikel “Do You Shower At Night Or In The Morning? Science Has Decided Which Is Best, But The Internet Is Still Divided” di Bustle.com edisi 30 Mei 2017 yang dikutip Lara Rutherfor-Morrison, mandi pagi dapat berfungsi sebagai masa inkubasi untuk ide-ide kreatif.

Carson mengatakan, itulah kenapa di saat mandi seseorang dapat menemukan ide untuk menyelesaikan masalah-masalah atau hal-hal yang selama ini ada di pikirannya.

"Karena mandi memungkinkan Anda untuk memasuki keadaan pikiran yang santai, namun tetap dalam kondisi pikiran yang waspada," kata Carson, seperti dikutip oleh Lara dalam artikel tersebut.