sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ini alasan milenial enggan masuk ke sektor pertanian

Padahal, ada 40 juta peluang dalam sektor pertanian untuk para petani milenial.

Indah Nawang Wulan
Indah Nawang Wulan Rabu, 17 Mar 2021 16:31 WIB
Ini alasan milenial enggan masuk ke sektor pertanian

Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika LPPM IPB Awang Maharijaya mengungkapkan alasan  pertanian kurang diminati kaum milenial. 

"Salah satunya karena adanya pandangan mengenai pertanian sebagai profesi yang kurang bergengsi atau tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, serta kurangnya sumber daya produktif," tutur dia, dalam webinar, Selasa (17/3) .

Padahal, tidak sedikit komoditas pertanian yang menarik dikembangkan, di antaranya pada sektor hortikultura yang bernilai tinggi. Komoditas ini dapat meningkatkan potensi penghasilan bagi pemuda dan petani kecil. Tidak hanya bernilai tinggi, tetapi siklus pertumbuhannya seringkali lebih pendek daripada tanaman pangan. Tanaman holtikultura juga bisa dilakukan dengan lahan yang sedikit.

Lantas seperti apa tanggapan milenial mengenai anggapan tersebut? Duta Petani Milenial Jawa Barat Sandi Octa Susila mengaku, menjadi petani tidak sekedar berkebun. Banyak bisnis pertanian yang bisa dibangun dan dilakukan oleh para milenial.

Salah satu bisnis yang dia lakukan adalah membangun Kedai Sayur bersama dengan Telkom, yaitu membangun aplikasi Agree. “Collaboration is better than competition,” ungkapnya.

Ia pun berbagi tips agar dapat mendapatkan pasar yang bagus, yaitu kualitas yang diberikan, kuantitas, serta kontinuitas.

 Kementerian Pertanian menyampaikan, ada 40 juta peluang dalam sektor pertanian untuk para petani milenial. Untuk itu, Kementerian Pertanian berharap agar generasi milenial mengambil peluang tersebut.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) di lingkup Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, dengan melibatkan subsektor pertanian seperti tanaman pangan, ternak, perkebunan dan hortikultura, seharusnya pada 2024, Indonesia bisa mendapatkan 2,5 juta petani milenial.

Sponsored

Untuk itu, Idha Widi Arshanti memastikan, akan terus menggerakkan potensi sekolah pertanian pemerintah. Seperti politeknik, SMK, ataupun perguruan tinggi yang memiliki fakultas pertanian. Itu semua dilakukan untuk mendorong generasi milenial agar masuk ke sektor pertanian.

"Pemerintah juga membuat sejumlah program, yaitu program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), fasilitasi permodalan dan pembentukan korporasi. Pemerintah akan mendorong para pelaku yang belum berusaha, atau sudah berusaha menjadi lebih besar. Tentunya dengan beberapa tahapan. Mulai dari mulai penumbuhan, penyadaran, dan pengembangan," papar dia.

Pemerintah juga membuat Duta Pertanian Milenial dan Andalan (DPM-DPA). Di antaranya bertugas meningkatkan minat generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian.

Berita Lainnya