close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Pixabay
icon caption
Ilustrasi. Pixabay
Sosial dan Gaya Hidup
Kamis, 29 Juli 2021 17:38

Konsumen smartphone Indonesia lebih prioritaskan kualitas audio

Satu dari setiap lima pengguna menyatakan kualitas audio adalah faktor terpenting saat memilih smartphone mereka.
swipe

Berdasarkan studi baru dari firma riset dan penasihat pasar teknologi terkemuka, CyberMedia Research (CMR), konsumen Indonesia kini memprioritaskan kualitas audio sebagai pendorong utama dalam pembelian smartphone daripada kualitas kamera, dan tepat setelah daya tahan baterai.

Studi ini menemukan bahwa konsumen Indonesia yang lebih menyukai kualitas audio (audio quality) kemungkinan didorong oleh waktu yang dihabiskan berjam-jam selama di rumah saja. Di semua parameter, satu dari setiap lima pengguna menyatakan kualitas audio adalah faktor terpenting saat memilih smartphone mereka.

The Quest for Immersive AudioVisual Experiences adalah studi komperehensif oleh CMR yang melakukan survei pada 1500 konsumen Indonesia, di seluruh kelompok usia 18 sampai 45 tahun. Mereka memberi gambaran perilaku konsumen Indonesia, dan prioritas yang diberikan pada kualitas audio, serta prioritas konsumen kedepannya.

Head-Industry Intelligence Group CMR Prabhu Ram mengungkapkan, temuan ini menarik karena belum pernah terjadi sebelumnya. Di mana konsumen Indonesia menikmati beragam hiburan audio dan video dalam bahasa internasional, maupun lokal.

“Temuan studi yang menarik ini memberikan kami dasar untuk lebih memahami aspirasi konsumen yang terus berkembang. Di seluruh kasus penggunaan, mulai dari konsumsi konten hingga konten buatan pengguna dan gim seluler, konsumen terus mencari, dan bersedia berinvestasi dalam pengalaman audio-visual yang ditingkatkan dan imersif” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/7).

Berdasarkan pola konsumsi audio, konsumen Indonesia dapat disegmentasikan menjadi tiga kelompok besar, yaitu digital dependents yang menghabiskan 10 hingga 20 jam setiap minggu, sebesar 43%. Kemudian, digital laggards yang menghabiskan kurang dari 10 jam seminggu, sebesar 29%. Lalu, digital natives yang menghabiskan lebih dari 20 jam setiap minggu, sebesar 28%.

Pandemi memberikan dorongan ke platform streaming konten, melintasi genre, termasuk konten episodik dan video konten buatan pengguna di media sosial. Selama beberapa tahun terakhir, munculnya smartphone yang terjangkau dan bernilai uang telah memicu konsumsi konten saat berpergian, maupun saat di rumah.

Temuan studi CMR yang paling menarik adalah pentingnya kualitas audio. Orang Indonesia menganggap kualitas audio sebagai salah satu faktor terpenting dalam menyatukan pembelian smartphone berikutnya dengan skor 68 dari 100, diikuti oleh kamera di 65. Namun, yang terpenting adalah daya tahan baterai, dengan skor 71.

Temuan menarik lainnya adalah konten Hollywood lebih disukai di Indonesia jika dibandingkan dengan konten Korea. Tiga dari setiap lima pengguna (58%) lebih menyukai konten Hollywood dalam audio/video di smartphone dan setengah dari pengguna (52%) lebih menyukai konten Korea.

Selanjutnya, orang Indonesia lebih terbiasa dengan masalah audio. Dua dari setiap tujuh pengguna menghadapi beberapa masalah dalam audio smartphone secara teratur, seperti audio terlalu lemah (14%), audio terlalu keras (10%), dialog tidak jelas (8%), dan audio terdistorsi (7%).

Terakhir, ditemukan bahwa konsumen Indonesia percaya bahwa Dolby Atmos adalah kunci pengalaman audiovisual yang lebih baik. Sekitar 87% pengguna setuju bahwa Dolby Atmos akan meningkatkan pengalaman mendengarkan secara keseluruhan.

Kemudian, 77% pengguna setuju bahwa pengalaman bermain gim mereka dapat ditingkatkan dengan Dolby Atmos. Lalu, 62% pengguna setuju bahwa Dolby Atmos akan mengarahkan mereka untuk memutuskan berlangganan musik atau video.

img
Silvia Ng
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan