sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Memahami gejala gangguan bahasa pada anak, perhatikan tanda-tanda ini

Meski lahir sebagai native speaker (penutur asli) sebuah bahasa, ada kemungkinan anak-anak akan mengalami gangguan bahasa.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Jumat, 08 Apr 2022 17:26 WIB
Memahami gejala gangguan bahasa pada anak, perhatikan tanda-tanda ini

Meski lahir sebagai native speaker atau penutur asli sebuah bahasa, ada kemungkinan anak-anak akan mengalami gangguan bahasa atau language disorder.

Gangguan ini diidentifikasi ketika seorang anak tidak dapat menyusun pikiran, ide, dan pesan yang ingin disampaikan kepadanya menggunakan bahasa. Gangguan ini dikenal sebagai gangguan bahasa ekspresif.

Ketika seorang anak menghadapi kesulitan dalam memahami apa yang dikomunikasikan melalui bahasa, ini disebut gangguan bahasa reseptif.

Namun, orang tua sebenarnya tidak perlu khawatir. Gejala gangguan bahasa pada anak bisa diamati untuk tindakan lebih lanjut sedini mungkin.

Melansir Very Well Mind, gejala gangguan reseptif meliputi kesulitan memahami kata-kata yang diucapkan, kesulitan mengikuti petunjuk yang diucapkan, serta lama berpikir jika merespons bahasa.

Sementara itu, gangguan ekspresif memiliki tanda-tanda yang lebih kompleks. Anak-anak dengan gangguan ekspresif akan berjuang keras menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat, hanya mengucapkan kata-kata sederhana dan pendek, kesulitan menemukan kata-kata yang benar saat berbicara, melewatkan kata-kata penting saat berkomunikasi, serta mengulangi pertanyaan saat menjawab pertanyaan tersebut.

Dengan gangguan bahasa, anak tidak mengembangkan keterampilan normal yang diperlukan untuk berbicara dan berbahasa. Namun, gangguan bahasa biasanya dideteksi bersamaan dengan gangguan perkembangan anak.

Meski belum diketahui secara pasti, gangguan perkembangan erat kaitannya dengan gangguan pada otak.

Sponsored

Secara khusus, gangguan perkembangan lain seperti autisme dan gangguan pendengaran umumnya terjadi bersamaan dengan gangguan bahasa. Demikian juga seorang anak dengan ketidakmampuan belajar, dapat hidup dengan gangguan bahasa.

Afasia adalah kondisi lain yang terkait dengan gangguan bahasa. Kondisi ini berkembang dari kerusakan pada bagian otak yang bertanggung jawab atas bahasa.

Afasia dapat disebabkan oleh stroke, pukulan ke kepala, dan infeksi otak. Cedera dapat meningkatkan kemungkinan gangguan bahasa.

Untuk menentukan apakah seorang anak memiliki gangguan bahasa, langkah pertama adalah dengan mendatangi dokter tumbuh kembang. Alternatif lainnya adalah mendatangi neuropsikolog untuk tes bahasa standar pada anak-anak.

Seorang dokter juga akan melakukan tes pendengaran untuk mengetahui apakah anak menderita gangguan pendengaran. Hal ini karena tuli adalah salah satu penyebab paling umum dari masalah bahasa.

Berita Lainnya