logo alinea.id logo alinea.id

Nyanyi Sunyi Revolusi, angkat Amir Hamzah ke panggung teater

Pementasan ini diperankan oleh sederet aktor ternama, seperti Lukman Sardi yang berperan sebagai Amir Hamzah, dan sebagainya.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Sabtu, 12 Jan 2019 23:10 WIB
Nyanyi Sunyi Revolusi, angkat Amir Hamzah ke panggung teater

Bagi Anda penggemar karya Amir Hamzah, ada kabar gembira. 

Titimangsa Foundation didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bakal menggelar pementasan teater bertajuk "Nyanyi Sunyi Revolusi". Pementasan ini mengangkat kisah hidup Amir Hamzah, sastrawan Indonesia yang terkenal sebagai "Raja Penyair Pujangga Baru".

Pementasan ini diperankan oleh sederet aktor ternama. Seperti, Lukman Sardi yang berperan sebagai Amir Hamzah, Pria Nasution sebagai Tengku Tahura, Sri Qadariatin sebagai Iliek Sundari, dan Dessy Susanti sebagai Tengku Kalimah.

Produser Pementasan Titimangsa Foundation Happy Salma mengungkapkan kekagumannya akan puisi Amir Hamzah. Menurut dia, karya Amir penuh dengan kesenduan, namun kuat.

Tujuan pementasan teater ini ingin mengajak penonton untuk mengapresiasi pertunjukan seni, salah satunya dengan membeli tiket pertunjukan. Selain itu, lanjut Happy, ingin menyampaikan kepada generasi muda mengenai sejarah bangsa melalui tokoh Amir Hamzah.

"Kami ingin menyampaikan kepada generasi milenial bahwa Indonesia itu lahir melalui sebuah proses perjuangan. Di sisi lain juga mengangkat kisah cinta Amir yang ambigu," tutur Happy, di Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (12/1).

Happy menceritakan, ia juga melakukan riset untuk naskah pementasan teater "Nyanyi Sunyi Revolusi". Salah satunya dari buku Nh Dini berjudul "Amir Hamzah, Pangeran dari Sekarang."

Karena itu, dia menyebut, pementasan ini sekaligus menjadi suatu bentuk penghormatan terhadap Nh Dini, yang meninggal, belum lama ini.

Sponsored

"Saya selalu mengagumi tulisan Nh Dini. Kekaguman saya pada Amir Hamzah dan Nh Dini inilah yang mendorong saya untuk berupaya mewujudkan cita-cita saya untuk membuat pementasana ini," katanya.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian mengatakan Amir Hamzah merupakan tokoh penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. Amir selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam pertemuan sehari-hari.

"Kiprah Amir Hamzah inilah yang harus disebarluaskan kepada generasi saat ini. Bahwa dengan prosesnya, bahasa Indonesia tak mudah menjadi bahasa pemersatu saat ini," ujar Renitasari.

Penulis Naskah Ahda Imran menambahkan kekuatan karya Amir Hamzah terletak pada estetika bahasa yang merdu, dengan menggali kata dari khazanah bahasa lama, terutama Melayu. Namun, dengan makna yang lebih segar, baru, dan sesuai dengan semangat zaman saat itu. "Ketika modernisme kian tumbuh jadi dalam sastra dan budaya," imbuh Ahda.

Ahda menyebut sosok Amir Hamzah sangat penting, seperti Chairil Anwar. Kedua tokoh tersebut dianggap sebagai tonggak sejarah sastra di Indonesia.