Sastrawan Nh Dini meninggal karena kecelakaan

Jenazah Nh Dini akan dikremasi di pemakaman Kedungmundu, Semarang.

Sastrawan Nh Dini meninggal karena kecelakaan
Nh Dini. (Sumber: ubudwritersfestival.com)

Sastrawan Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin alias Nh Dini, meninggal dunia pada usia 82 tahun, Selasa (4/12) sore. Dini menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 16.00 WIB, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Gombel, Semarang.

Dalam pesan singkat yang disebar dari Kepala Bruder Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Semarang, Heribertus Suparna, peristiwa tersebut terjadi setelah Dini melakukan program rutin tusuk jarum atau akupuntur.

"Mobil beliau tertimpa muatan truk di depannya, saat perjalanan pulang dari tusuk jarum. Diduga gegar otak," kata Heri.

Menurutnya, jenazah Dini masih disucikan di RS Elizabeth, Semarang, untuk disemayamkan di Wisma Lansia Harapan Asri. 

"Besok setelah pukul 12.00 WIB, akan dikremasi di pemakaman Kedungmundu, Semarang," ucapnya.

Kremasi ini merupakan wasiat Dini semasa hidupnya. Dalam majalah Tempo edisi 20 Juli 1991, disebutkan bahwa Dini mendaftarkan surat wasiat pada kantor notaris Lenie Hardjanto Lubis di Semarang. Surat wasiat tersebut berisi amanat agar ia dikremasi setelah meninggal dunia.

"Lebih praktis dibakar, tidak membutuhkan tanah kuburan," kata anggota pecinta lingkungan, Green Peace ini, dikutip majalah Tempo.

Semasa hidupnya, Nh Dini telah menelurkan cukup banyak karya. Novel-novelnya yang populer, di antaranya adalah Pada sebuah Kapal, La Barka, dan Namaku Hiroko. Ia pernah mendapat penghargaan SEA Write Award, sebuah penghargaan bidang sastra dari pemerintah Thailand.

Saat menjadi pembicara dalam diskusi buku di Fakultas Budaya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang beberapa waktu lalu, Dini menyatakan karya-karyanya ditulis berdasarkan pengalaman pribadinya. 

Ia menikah pada 1960 dengan seorang diplomat asal Prancis, Yves Coffin. Dia pernah berpindah-pindah tempat tinggal, mengikuti penugasan suaminya.

Pada 1984, Dini memutuskan berpisah dengan suaminya dan kembali ke Indonesia. Anak sulungnya, Marie Claire Lintang Coffin, hidup di Kanada menjadi guru dan instruktur Yoga. Sementara anak bungsunya menetap di Prancis, namun bekerja di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia merupakan sutradara film Minions dan Despicable Me


Berita Terkait

Kolom

Infografis