sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kuliner Ramadan: Segarnya berbuka puasa seruput air tajin kekinian

Unik dan menarik, itulah kesan pertama berbuka puasa dengan menyeruput segarnya air tajin di Kawasan Kota Tua Jakarta.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 08 Mei 2019 12:12 WIB
Kuliner Ramadan: Segarnya berbuka puasa seruput air tajin kekinian

Unik dan menarik, itulah kesan pertama berbuka puasa dengan menyeruput segarnya air tajin di Kawasan Kota Tua Jakarta.

Air cucian beras atau biasa disebut air tajin kini bisa dihidangkan menjadi minuman segar. Jika pada umumnya air tajin disebut sebagai hidangan pengganti susu di masa lalu, kini air tajin menjadi hidangan kaula muda.

Salah satu restoran bernama Historia di kawasan Kota Tua Jakarta menawarkan menu minuman air tajin untuk pengunjungnya. Minuman tersebut menjadi favorit yang menarik di antara minuman lainnya. Tak sedikit generasi kekinian yang penasaran terhadap cita rasa air tajin.

Minuman berwarna putih kental itu lebih nikmat saat dingin untuk menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa. Segelas air tajin disajikan dengan es batu, kayu manis dan taburan serbuk kayu manis di atasnya. Aroma wangi kayu manis yang bercampur dengan air tajin dan es memberikan cita rasa sejuk menyegarkan.

Jika air tajin disebut sebagai pengganti susu, kekentalannya memang serupa dengan susu. Namun, karena disajikan dengan es batu, air tajin tersebut mengendap di bagian bawah, sehingga cita rasanya lebih terasa nikmat jika menyedot air pada bagian bawah dalam gelas tanpa mengaduknya.

Rasa yang cukup menarik untuk kawula muda di tengah beragamnya minuman lainnya dan cocok untuk dihidangkan saat berbuka puasa. Segelas air tajin itu terbilang murah dengan banderol harga Rp29.000 segelas.

Es air tajin. Alinea.id/Ayu Mumpuni

Sate belimbing wuluh

Sponsored

Untuk makanan, restoran ini memiliki menu yang tak kalah menarik untuk disantap saat berbuka puasa, yakni sate daging belimbing wuluh. Lima tusuk sate daging dengan saus kacang belimbing wuluh dan sepiring nasi dapat dibeli dengan harga Rp53.000 saja.

Daging sapi empuk yang biasa disebut sate maranggi dapat dirasakan saat menggigitnya termasuk rasa manis yang tak membuat bergidik. Jangan khawatir, jika Anda tidak menyukai makanan manis, cara makan dengan mencocol sate ke dalam saus kacang belimbing wuluh dan acar menjadikan rasanya ciamik.

Saus kacang belimbing wuluh tersebut terbuat dari bumbu kacang, potongan belimbing wuluh, cabai rawit merah, dan potongan daun jeruk. Pedas dan sedikit asam serta rasa manis dari sate menjadi padu padan yang nikmat.

Menu andalan dari cafe yang didirikan sejak 2014 itu juga menyajikan bandeng presto sambal matah. Penikmat hidangan ikan tentunya harus mencoba rasa gurih dari satu ikan bandeng bakar.

Kenikmatan semakin bertambah dengan menyantapnya bersama sambal matah khas Bali. Bagi Anda yang tidak suka rasa pedas, menu ini juga diberikan kecap dengan kemasan berbeda, jadi tidak kalah enak dicocol dengan kecap.

Tidak perlu khawatir, menu itu dapat dinikmati dengan hanya merogoh kocek senilai Rp53.000. Manu lainnya tidak kalah menarik, tapi silakan dicoba sendiri dengan mendatangi cafe itu ya. Sekalian ngabuburit di Kota Tua Jakarta.

Anda akan menikmati berbagai hidangan dengan suasana tempat yang intim karena suasana dan dekorasinya. Ditambah iringan lagu berjenis folk nan syahdu, pas untuk mengiringi suasana makan bersama keluarga, pasangan, relasi atau teman, saat berbuka puasa. 

Sate daging belimbing wuluh. Alinea.id/Ayu Mumpuni