sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Syarat mendaki Gunung Sindoro saat pandemi Covid-19

Ketentuan diperketat guna meminimalisasi penularan.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Selasa, 11 Agst 2020 16:45 WIB
Syarat mendaki Gunung Sindoro saat pandemi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 282724
Dirawat 61686
Meninggal 10601
Sembuh 210437

Pendakian menuju Gunung Sidoro melalui Basecamp Grasindo di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), telah kembali dibuka. Namun, sejumlah prosedur diterapkan guna meminalisasi risiko penularan coronavirus baru (Covid-19).

Pendaki diharuskan melaksanakan protokol kesehatan, misalnya suhu tubuh dicek dan membawah surat kesehatan. Pun mesti melengkapi dokumen penilaian mencakup aktivitas keseharian, perjalanan, dan riwayat penyakit serta melaporkannya ke Gugus Tugas, Polsek, dan Koramil Temanggung. 

Kelengkapan yang dipersyaratkan diharapkan telah disiapkan sebelum mulai pendakian. Pangkalnya, basecamp tidak menyediakan tenaga kesehatan untuk mengeluarkan dokumen terkait.

"Karena tidak semua puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) bisa mengeluarkan surat keterangan kesehatan," ucap Ketua Basecamp Grasindo, Rian Indra Prayuda, mengutip situs web Pemerintah Provinsi Jateng.

Berikutnya, tenda hanya digunakan 50% pendaki dari total kapasitas, diwajibkan membawa pembersih tangan dan minimal empat masker per orang.

Selain itu, lamanya perjalanan dibatasi dua hari satu malam. Pendaki setelat-telatnya turun pada pukul 17.00, sesuai jam operasional.

Waktu berada di puncak juga dibatasi lantaran cuaca dan adanya gas solfatara yang membahayakan pendaki. Lintas jalur pun tidak diperkenankan bagi pendaki karena terkait data keluar masuk di setiap basecamp.

"Di sini memang tegas, dikatakan ramah, ya, ramah. Dikatakan tegas, ya, tegas. Misalkan ada yang ngeyel, kita sarankan untuk mangga pulang. Kita tidak mau ambil risiko," paparnya.

Sponsored

Di sisi lain, Grasindo telah dilengkapi sarana prasarana (sapras) protokol kesehatan. Mencakup pos penapisan serta penyemprotan disinfektan kepada para pendaki dan kendaraan yang dibawa.

Kemudian, wastafel, penerapan jaga jarak pada jalur pendaftaran, dan tempat peristirahatan mengingat jumlah pendaki dibatasi.

"Kan, sekarang kuotanya 500 orang pendaki. Itu misalkan ada 500 orang pendaki datang bareng, kita memang tidak bisa mengampu. Makanya, kita butuh memasang tenda tambahan," jelasnya.

Grasindo pun telah memasang sekat pengaman, menyiapkan pelindung wajah dan sarung tangan lateks. Lalu, menyediakan tempat sampah infeksius.

Harga rumah mewah kian murah

Harga rumah mewah kian murah

Senin, 28 Sep 2020 15:10 WIB
Rapid test, demi kesehatan atau cuan?  

Rapid test, demi kesehatan atau cuan?  

Minggu, 27 Sep 2020 17:55 WIB
Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB