close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi perempuan tidur. /Foto Unsplash
icon caption
Ilustrasi perempuan tidur. /Foto Unsplash
Sosial dan Gaya Hidup
Selasa, 26 Mei 2026 09:00

Tidur terlalu lama bisa picu berbagai masalah kesehatan? ini penjelasannya

Tidur terlalu lama ternyata berkaitan dengan diabetes, obesitas, depresi, hingga penyakit jantung. Ini penjelasannya.
swipe

Tidur cukup penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, tidur terlalu lama atau oversleeping ternyata juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika terjadi secara terus-menerus.

Sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan tidur berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes, penyakit jantung, obesitas, depresi, hingga risiko kematian lebih tinggi.

Meski demikian, peneliti menegaskan hubungan tersebut tidak selalu bersifat langsung. Faktor seperti depresi dan kondisi sosial ekonomi rendah juga diketahui memiliki kaitan erat dengan kebiasaan tidur berlebihan.

Selain itu, para ahli menjelaskan bahwa oversleeping dalam beberapa kasus juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu, termasuk gangguan tidur maupun penyakit kronis yang belum terdeteksi.

Berikut sejumlah risiko kesehatan yang dikaitkan dengan kebiasaan tidur berlebihan dilansir dari Webmd dan HopkinsMedicine, selasa (26/5) 

1. Diabetes

Penelitian menunjukkan tidur terlalu lama maupun terlalu sedikit dapat meningkatkan risiko diabetes.

2. Obesitas

Tidur berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan berat badan. Sebuah penelitian menemukan orang yang tidur sembilan hingga 10 jam setiap malam memiliki risiko obesitas 21 persen lebih tinggi dalam periode enam tahun dibanding mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam.

Hubungan tersebut tetap ditemukan meski faktor pola makan dan olahraga sudah diperhitungkan.

3. Sakit kepala

Pada sebagian orang yang rentan sakit kepala, tidur lebih lama dari biasanya saat akhir pekan atau liburan dapat memicu nyeri kepala. Peneliti menduga kondisi ini berkaitan dengan pengaruh oversleeping terhadap neurotransmiter di otak, termasuk serotonin.

Orang yang terlalu banyak tidur di siang hari hingga mengganggu tidur malam juga dapat mengalami sakit kepala saat pagi hari.

4. Nyeri punggung

Dulu dokter sering menyarankan penderita nyeri punggung untuk banyak beristirahat di tempat tidur. Namun, pandangan tersebut kini berubah.

Dokter justru menilai menjaga aktivitas fisik tetap penting saat mengalami nyeri punggung dan tidak menyarankan tidur lebih lama dari biasanya jika memungkinkan.

5. Depresi

Meski insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi, sekitar 15 persen penderita depresi diketahui tidur terlalu lama.

Kondisi ini dapat memperburuk depresi karena pola tidur teratur penting dalam proses pemulihan kesehatan mental.

6. Penyakit jantung

Penelitian Nurses’ Health Study yang melibatkan hampir 72.000 perempuan menemukan wanita yang tidur sembilan hingga 11 jam per malam memiliki risiko penyakit jantung koroner 38 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidur delapan jam.

Namun, peneliti masih belum mengetahui secara pasti alasan hubungan tersebut.

7. Risiko kematian lebih tinggi

Sejumlah penelitian menemukan orang yang tidur sembilan jam atau lebih setiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibanding mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam.

Belum diketahui secara pasti penyebab hubungan tersebut. Namun, peneliti menemukan depresi dan kondisi sosial ekonomi rendah juga banyak ditemukan pada kelompok yang tidur terlalu lama.

Berapa lama tidur yang dianggap berlebihan?

Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda tergantung usia, aktivitas, kondisi kesehatan, dan gaya hidup. Namun secara umum, para ahli merekomendasikan orang dewasa tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Pada kondisi tertentu seperti stres atau sakit, seseorang memang dapat membutuhkan waktu tidur lebih lama dari biasanya.

Penyebab seseorang tidur terlalu lama

Salah satu penyebab oversleeping adalah gangguan tidur bernama hypersomnia. Hypersomnia membuat penderitanya mengalami rasa kantuk berlebihan sepanjang hari yang tidak hilang meski sudah tidur siang. Kondisi ini juga menyebabkan seseorang tidur lebih lama pada malam hari.

Penderita hypersomnia dapat mengalami kecemasan, energi rendah, hingga gangguan daya ingat akibat kebutuhan tidur yang terus-menerus.

Selain itu, Obstructive Sleep Apnea juga dapat membuat seseorang tidur lebih lama karena gangguan tersebut menyebabkan pernapasan berhenti sesaat saat tidur dan mengganggu siklus tidur normal.

Cara mendapatkan manfaat tidur tanpa oversleeping

Seseorang rutin tidur lebih dari tujuh atau delapan jam setiap malam dan masih merasa lelah, pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

Namun, apabila penyebabnya adalah gangguan medis tertentu, pengobatan kondisi tersebut dapat membantu mengembalikan pola tidur menjadi normal.

Para ahli juga menyarankan menjaga sleep hygiene atau pola tidur sehat dengan cara:

  • Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari
  • Menghindari kafein dan alkohol menjelang tidur
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga kamar tidur tetap nyaman untuk beristirahat

Dengan pola tidur yang sehat, tubuh dapat memperoleh manfaat tidur optimal tanpa harus tidur berlebihan.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan