sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tips mengelola sosial media untuk raih peluang karier

Saat ini, perusahaan mengamati latar belakang calon karyawannya dari LinkedIn dan Facebook.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Sabtu, 07 Des 2019 09:29 WIB
Tips mengelola sosial media untuk raih peluang karier
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kemajuan teknologi digital dan penggunaan media sosial yang pesat, mendorong para perekrut kerja atau Human Resource Development (HRD) perusahaan memaksimalkan pencarian calon pegawai via media sosial. 

Riset global yang dilakukan Society for Human Resource Management (September 2015) menemukan sebanyak 65% perusahaan saat ini, menggunakan media sosial untuk merekrut pegawainya. 

Perusahaan biasanya mengamati latar belakang dan profil calon karyawannya melalui dua platform medsos. Sebanyak 57% lewat LinkedIn dan 19% dengan Facebook.

Tren pemanfaatan saluran media sosial oleh perusahaan di Indonesia juga berkembang enam tahun belakangan, untuk menyeleksi calon karyawan. 

Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk melamar bidang pekerjaan tertentu, mengelola isi unggahan di media sosial merupakan langkah penting yang perlu dipersiapkan.

Berikut empat hal yang harus dilakukan untuk mengelola unggahan media sosial:

1. Rapikan isi profil media sosial

Perekrut atau bagian HRD perusahaan akan membuka profil Anda untuk menimbang kecocokan kompetensi Anda dengan lowongan pekerjaan yang sedang dibuka. Etika berbahasa dalam isi unggahan merupakan satu hal mendasar yang diamati.

Sponsored

Maka hindarilah unggahan dengan kalimat yang mengesankan celaan atau umpatan. Selain itu, unggahan foto diri yang kurang sopan sebaiknya dihapus. Sebab sekitar 50% HRD sering mendiskualifikasi para kandidat karena unggahan mereka di media sosial yang dinilai kurang berkenan.

2. Memajang foto diri dengan tampilan sopan

Pasanglah foto diri yang baik. Pada LinkedIn yang diperuntukkan sebagai jaringan pertemanan profesional, Anda boleh saja menggunggah foto diri formal seperti pada kartu identitas. Namun, di akun medsos lain seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, Anda bisa lebih leluasa memajang foto berkesan lebih santai tapi tetap sopan.

Seperti dilansir dari Fortune perekrut karyawan umumnya kurang menyukai unggahan foto calon karyawannya usai merayakan pesta tengah malam. Mereka juga anti pada calon karyawan yang memiliki ketergantungan pada obat-obatan.

3. Hindari kesalahan penulisan seperti typo dan gramatika yang keliru

Sebagian para perekrut menilai standar kecakapan calon karyawan dari kemampuannya berkomunikasi. Sedikitnya 37% perekrut menjadikan unggahan media sosial sebagai faktor kunci untuk menilai kemampuan berkomunikasi calon pegawai.

Maka dari itu, pastikan unggahan yang Anda tulis di media sosial terhindar dari salah ketik ataupun salah gramatika. Hal ini terutama berlaku bagi calon karyawan untuk bidang pekerjaan yang berkaitan dengan penulisan, antara lain copywriter, content writer, hingga social media specialist.

Dikutip dari Fortune, kecenderungan yang tinggi di kalangan HRD dalam menilai kepribadian dan sosok calon karyawan dari konsistensi isi unggahannya. Hal ini mencakup bagaimana cara dan kejelasan seseorang mengungkapkan gagasan dalam isi unggahannya di media sosial. Maka para pelamar pekerjaan diharapkan mengecek ejaan dan penulisan gramatika dalam setiap kalimat yang akan diuggah. Pastikan kalimat yang dipakai benar, jelas, dan bermaksud positif.

4. Perluas jaring pertemanan dalam grup info lowongan pekerjaan
Karakter media sosial memungkinkan memperluas jaringan pertemanan. Maka, gunakanlah akun medsos LinkedIn dan Facebook untuk menambah kenalan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang diinginkan. Tak sedikit pula grup di Facebook atau medsos lainnya sebagai tempat saling berbagi informasi lowongan pekerjaan.

Cara ini juga dapat memotivasi Anda untuk lebih bersemangat memantau informasi dan mempersiapkan pengajuan lamaran pekerjaan. Masuklah ke grup Facebook yang sesuai dengan bidang industri pekerjaan yang sesuai preferensi Anda. Dari situ, Anda juga bisa terus memperbarui info yang berkaitan dengan keterampilan lain yang perlu dimiliki untuk memperbesar peluang mendapat pekerjaan impian.

Berita Lainnya