close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi: Megathrust mengancam. Kesiapsiagaan menyelamatkan. Alinea.id/dibuat oleh AI.
icon caption
Ilustrasi: Megathrust mengancam. Kesiapsiagaan menyelamatkan. Alinea.id/dibuat oleh AI.
Sosial dan Gaya Hidup
Jumat, 06 Februari 2026 19:47

Waspada megathrust, ini yang harus dilakukan saat gempa

Gempa megathrust berpotensi memicu tsunami. Keselamatan ditentukan oleh respons cepat dan tepat saat guncangan terjadi.
swipe

Gempa bumi megathrust merupakan gempa besar yang memicu guncangan sangat kuat dan berlangsung lama, serta berpotensi menimbulkan tsunami. Dikutip dari Earthquake Country Alliance, kelangsungan hidup saat gempa besar sangat ditentukan oleh tindakan cepat dan tepat untuk melindungi diri dari puing-puing serta runtuhnya bangunan.

Earthquake Country Alliance—organisasi edukasi kebencanaan berbasis di Amerika Serikat—menekankan bahwa respons awal yang benar dapat secara signifikan menurunkan risiko cedera dan kematian saat gempa bumi besar, termasuk gempa megathrust.

Berikut lima langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi megathrust:

1. Jatuh, berlindung, dan berpegangan teguh

Jangan mencoba berlari keluar saat guncangan berlangsung. Risiko cedera akibat puing-puing yang berjatuhan—seperti batu bata, kaca, atau fasad bangunan—jauh lebih tinggi.

Segera berlutut, berlindung di bawah meja atau kursi yang kokoh, dan berpegangan hingga guncangan berhenti. Pada gempa berkekuatan besar (hingga M9), guncangan dapat berlangsung lebih dari empat menit.

Jika tidak tersedia tempat berlindung, merangkaklah ke sisi dinding bagian dalam dan lindungi kepala serta leher dengan lengan.

2. Segera menuju tempat lebih tinggi atau pedalaman

Bagi warga di wilayah pesisir dataran rendah, gempa megathrust besar merupakan peringatan tsunami alami. Jangan menunggu peringatan resmi.

Setelah guncangan berhenti, segera bergerak dengan berjalan kaki—hindari kendaraan untuk mencegah kemacetan—menuju tempat yang lebih tinggi atau ke pedalaman, minimal 30 meter di atas permukaan laut atau sekitar 3 kilometer dari garis pantai.

3. Jika sedang di tempat tidur, tetaplah di sana

Apabila gempa terjadi pada malam hari, tetap berada di tempat tidur dan lindungi kepala serta leher menggunakan bantal. Bergerak dalam kondisi gelap meningkatkan risiko menginjak pecahan kaca atau tertimpa perabot.

Jika tersedia tas darurat yang terikat di rangka tempat tidur, gunakan untuk mengambil sepatu, senter, atau perlengkapan penting lainnya.

4. Jika sedang mengemudi, berhenti dengan aman

Menepilah secara perlahan ke pinggir jalan dan hindari berhenti di dekat jembatan, jalan layang, tiang listrik, pohon besar, atau bangunan berisiko runtuh.

Aktifkan rem parkir dan tetap berada di dalam kendaraan hingga guncangan berhenti.

5. Jika terjebak, beri isyarat—jangan berteriak

Jika terperangkap di bawah reruntuhan, tetap tenang dan hindari berteriak karena dapat menyebabkan debu terhirup serta menguras energi.

Gunakan peluit jika tersedia, atau ketuk pipa dan dinding untuk memberi tanda kepada tim penyelamat. Tutupi mulut dengan kain atau masker untuk mengurangi paparan debu.

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan