Menjelang bulan suci Ramadhan, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera memprioritaskan pemulihan rumah ibadah di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan normal.
Juru Bicara Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan perbaikan rumah ibadah menjadi salah satu fokus utama percepatan rehabilitasi, terutama di daerah yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.
“Menjelang bulan Ramadhan, selain pemulihan ekonomi, perbaikan rumah ibadah menjadi salah satu prioritas, khususnya di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam,” ujar Amran, di Kompleks Kemendagri, Jakarta, Rabu (4/2).
Amran menjelaskan, saat ini tercatat 2.010 rumah ibadah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Rinciannya, Aceh sebanyak 614 rumah ibadah, Sumatera Utara 1.121 rumah ibadah, dan Sumatera Barat 275 rumah ibadah.
Meski demikian, Amran memastikan rumah-rumah ibadah tersebut saat ini telah kembali difungsikan secara operasional oleh masyarakat. Sementara itu, proses perbaikan dan penyempurnaan sarana serta prasarana masih terus berlangsung.
“Secara fungsional rumah ibadah sudah dapat digunakan, namun perbaikan tetap kami percepat agar fasilitas keagamaan bisa dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Selain pemulihan rumah ibadah, Satgas juga mendorong percepatan penyediaan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana. Upaya ini dilakukan agar masyarakat tidak berlama-lama tinggal di pengungsian.
“Selanjutnya, pembangunan Huntara diharapkan bisa dimaksimalkan sehingga tidak ada lagi warga yang tinggal di pengungsian sebelum bulan puasa,” ujar Amran.