sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Deretan artis-artis pengumbar sensasi lebai demi uang

Artis Lucinta Luna, Syahrini, Vicky Prasetyo, Nikita Mirzani, Salmafina Sunan, hingga Rosa Meldiani, kerap mengumbar sensasi lebai di medsos

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 05 Mar 2020 21:10 WIB
Deretan artis-artis pengumbar sensasi lebai demi uang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Para selebritas di Indonesia kerap mengumbar sensasi lebai, baik di media sosial maupun di televisi. Namun, saat pesohor itu bersikap semakin berlebihan, pundi-pundi uang pun mengalir kian deras.

Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Koentjoro menilai, sensasi bisa mengatrol popularitas dan ampuh menaikkan rating acara televisi. Sensasi pun dapat menaikkan nilai jual sang bintang agar bisa laku kembali.

Bagi selebritas yang dianggap nirbakat dan nirkarya, penonton bisa tertarik dengan sensasi, bisa berupa berbagai hal yang dipamerkan di media sosial. Sebab, kata dia, pesohor akan dikagumi bila memiliki sesuatu yang tidak dimiliki penggemarnya.

Penulis buku Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayah (2018) Idhar Resmadi mengungkapkan, sensasi telah menonjol dalam geliat industri hiburan Tanah Air sejak 1970-an. 

Penggemar pastinya penasaran dan menyukai sajian informasi terkait idolanya, sehingga wajar sensasi dan gosip direproduksi untuk konsumsi publik. Meski di era 1970-an, gosip dan sensasi telah melekat, tetapi kualitas karya terjaga karena kritik musik masih cukup kuat. 

Pada kenyataannya, mencari sensasi dengan hal berlebihan yang tidak sesuai kondisi sebenarnya juga kerap dilakukan warganet. Koentjoro menilai, perilaku warganet mengunggah foto dan video di media sosial yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, meniru selebritas sebagai role model.

Fungsi rekreasi sebagai wisata untuk melepas penat bergeser menjadi sarana eksistensi. “Mereka pergi kemana-mana untuk memotret dan membuat video agar bisa dipamerkan di media sosial. Jadi, tidak ada bedanya, manusia dan anjing. Anjing itu di mana-mana kencing, itu menandakan bahwa itu wilayah jajahannya,” ujar Koentjoro saat dihubungi Alinea.id, Kamis (27/2).

Menurutnya, hal itu bukanlah gangguan kejiwaan, tetapi justru terkait gaya hidup pamer untuk mencari sensasi. Warganet senang menikmati drama di media sosial yang bisa membakar emosi. Fenomena pamer di media sosial merupakan kesombongan untuk kepuasaan diri, bagian dari mekanisme pertahanan diri, dan kebutuhan untuk diakui.

Sponsored

Di era digital ini, nilai eksebisi menjadi nyata karena adanya sistem sistem-algoritma yang disebut pay/bite atau click bite dan bisa ditukarkan dengan uang (demonetized). Sementara bagi warganet, mereka ingin mencapai apa yang disebutnya sebagai ‘microselebritas’. Mereka ingin mencuri perhatian orang yang dibayangkannya olehnya akan melihat tampilan sosok atau identitasnya yang ideal.

Simak laporan selengkapnya dalam artikel "Lucinta hingga Syahrini: Sensasi lebai selebritas dan topeng ‘palsu’ warganet"

Infografik selebritas yang kerap mengumbar sensasi. Alinea.id/Hadi Tama

Berita Lainnya