sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Elegi cinta beda agama para pahlawan

Soetomo, Sutan Sjahrir, dan Pierre Tendean pernah merasakan hubungan cinta beda agama dengan nasib yang berbeda-beda.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Sabtu, 03 Apr 2021 14:03 WIB
Elegi cinta beda agama para pahlawan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Setelah lulus dari Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) di Bandung, Pierre hijrah ke Medan pada penghujung 1962. Ia bertugas dalam satuan Batalion Zeni Tempur 1 Daerah Militer II/Bukit Barisan.

Seorang gadis keturunan Jawa yang tinggal di Medan, Nurindah Rukmini Chamim mampu menggaet hati Pierre. Mimin, begitu nama panggilannya, menurut Abie Besman dkk dalam Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi (2019) dikenal Pierre saat ia dan beberapa koleganya mengunjungi rumahnya. Sejak perkenalan pertama, ia rajin berkunjung ke rumah keluarga Chamim. Perkenalan pertama rupanya langsung membuat Pierre jatuh cinta.

Disebutkan di dalam buku Sang Patriot, Pierre dan Rukmini terpaut usia delapan tahun. Sewaktu berkenalan, Rukmini masih duduk di bangku SMA, berusia 16 tahun. Sementara Pierre berusia 24 tahun.

Infografik Alinea.id/Bagus Priyo.

Sponsored
Berita Lainnya