close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi rel trem. Alinea.id/Aisya Kurnia/Pixabay
icon caption
Ilustrasi rel trem. Alinea.id/Aisya Kurnia/Pixabay
Infografis
Minggu, 27 November 2022 18:18

Jejak trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia di awali dengan kemunculan trem kuda pada 1869.
swipe

Peneliti Populi Center Jefri Adriansyah dalam tulisannya “Ulang-Alik Batavia: Kemacetan dan Masalah Hunian Kelas Pekerja di Jakarta” di buku Sudah Senja di Jakarta (2020) menyebut, trem kuda muncul di era awal transportasi massa di Batavia pada 1869. Jenis transportasi itu hadir melengkapi sado, delman, dan bendi, yang sudah eksis sebelumnya.

“Sebagai perbandingan, bahkan di Eropa sekalipun, kala itu belum banyak kota yang menggunakan trem kuda,” tulis Jefri.

Menurut akademikus Zeffry Alkatiri dalam buku Pasar Gambir, Komik Cina, dan Es Shanghai: Sisi Melik Jakarta 1970-an (2010), ide trem kuda dibawa Martinus Petrus dari Belanda. Sebelum trem kuda beroperasi, dipersiapkan jalur rel ke beberapa jurusan. Pembukaan jalur trem itu dilakukan pada 1867.

Surat kabar Bataviaasch nieuwsblad edisi 23 Maret 1929, berdasarkan buku Geschiedkundig overzicht van het ontstaan der spoor en tramwegen in Nederlandsch-Indië (1904) atau Tinjauan Sejarah Asal-usul Kereta Api dan Trem di Hindia Belanda karya A.W.E. Weyerman dan riset pimpinan redaksi Tijdschrift voor Spoor and Tramwegen, Steven Anne Reitsma menyebut, pembukaan jalur trem Harmoni-Tanah Abang dilakukan pada 30 Mei 1867, pada 11 Juli 1867 jalur Harmoni-Kramat dibuka, dan pada 4 September 1867 dibangun jalur Kramat-Meester Cornelis.

Infografik trem. Alinea.id/Aisya Kurnia

img
Fandy Hutari
Reporter
img
Fandy Hutari
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan