sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prosedur pemasangan lampu jalanan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengakui pembangunan penerangan jalan umum (PJU) belum merata di ibu kota.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 24 Des 2021 16:34 WIB
Prosedur pemasangan lampu jalanan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengakui pembangunan penerangan jalan umum (PJU) belum merata di ibu kota. Pada 2021, misalnya, Pemprov DKI baru membangun 10.807 PJU. Padahal, PJU yang dibutuhkan untuk menerangi seantero Jakarta sekitar 44 ribu unit. 

"Pengadaan tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal untuk mencakup seluruh ruas jalan gang atau lingkungan, yaitu kurang lebih sebanyak  44.000 pieces. Untuk jalan arteri dan protokol sebagian besar sudah terpasang lampu walau belum maksimal," ucap Hari kepada Alinea.id, Senin (20/12). 

Dinas Bina Marga DKI saat ini tengah fokus mengejar target pemasangan PJU di sejumlah titik prioritas di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Target itu disusun berbasis permohonan warga yang disampaikan pada saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) DKI atau reses anggota DPRD.

Untuk Jakarta Timur, Pemprov DKI membangun 4.248 unit PJU dengan daya 40 watt dan 575 unit PJU dengan daya 90 watt. Untuk Jakarta Barat, dibangun 1.631 unit PJU 40 watt dan 726 unit PJU 90 watt. Adapun untuk Jakarta Barat, telah dibangun 1.490 PJU berdaya 40 watt dan 760 unit PJU daya 90 watt. 

Sponsored

Hari meminta masyarakat aktif melaporkan persoalan-persoalan PJU yang luput dari pantauan. Meski begitu, ia mengakui tak semua laporan bisa diproses. Pasalnya, ada parameter skala prioritas yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. 

"Pertama, tidak ada lampu existing dan jarak antar tiang yang tidak standar. Kedua, banyak aktivitas masyarakat di malam hari. Ketiga, sering terjadi vandalisme, kriminalitas dan tempat kerumunan atau aktivitas warga di malam hari," jelas Hari.

Infografis Alinea.id/Debbie

Berita Lainnya