sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id
Indra  Wardhana

Gerakan mahasiswa di seluruh dunia

Indra Wardhana Rabu, 25 Sep 2019 15:57 WIB

Pergerakan mahasiswa muncul, ketika pertanyaan menyangkut kepentingan sebagai generasi depan bangsa ini tidak terjawab. Pada titik itulah akan muncul keresahan yang terjadi secara intensif dan masif. Apalagi keresahan ini menyangkut kepentingan mereka sebagai bagian dari anak bangsa.

Generasi mahasiswa sekarang identik dengan julukan generasi Z. Generasi Z adalah generasi yang telah menggunakan internet sejak usia muda dan merasa nyaman dengan teknologi dan media sosial. Dan mereka muncul sebagai pendobrak, saat bangsa ini sudah hampir frustasi dengan   situasi negara.

Tetapi sebenarnya kapan pergerakan mahasiswa itu lahir? Di mana? Mari kita coba lihat pemaparan di bawah ini.

Pergerakan mahasiswa

"Lihatlah, mentega kami berbau busuk! Beri kami mentega yang tidak berbau !" seruan tersebut diucapkan di belakang demonstrasi mahasiswa pertama di Amerika (Nuh B, 2011). Diprakarsai mahasiswa bernama Asa Dunbar pada 1766 (mahasiswa bernama Asa Dunbar adalah kakek dari penulis dan filsuf asal Amerika Serikat Henry David Thoreau).

Peristiwa di atas disebut dengan peristiwa “Pemberontakan Mentega” berlangsung di Harvard University pada 1766. Peristiwa ini merupakan demonstrasi mahasiswa Harvard yang tercatat pertama kali di Amerika Serikat . Peristiwa itu terjadi sebelum Revolusi Amerika dan resesi ekonomi yang membuat sulitnya memperoleh makanan segar di Harvard.

Asa Dunbar adalah orang pertama yang memprotes kualitas makanan yang disajikan di ruang makannya. Presiden College Edward Holyoke sangat marah dengan tindakan pembangkangan ini.

Kemudian pada 4 Mei1919, mahasiswa dan para intelektual melakukan demonstrasi di gerbang Tianan Cina, memprotes kegagalan diplomatik pemerintah China selama Perjanjian Negosiasi Versailles (Lee, 2009).

Pergerakan yang dimulai di Beijing akhirnya menyebar ke Shanghai dan bagian lain China serta memiliki efek langsung pada pemerintahan China, untuk tidak menandatangani perjanjian damai pada 1919. Namun, hal yang jauh lebih penting, ini menandai pertama kalinya warga biasa, terutama mahasiswa bersatu karena alasan politik. Pemikiran para intelektual China yang dianggap radikal ini akhirnya mengarah pada penciptaan Partai Komunis di negara tersebut.

Sementara itu di Paris terjadi penutupan Universitas Nanterre pada Mei 1968.  Hal itu menghasilkan serangkaian kejadian dramatis. Dimulai oleh demonstrasi mahasiswa yang hampir menjatuhkan pemerintah Prancis (Barker, 2008).

Aksi protes mahasiswa mengarah ke pihak berwenang Prancis yang menutup universitas tersebut, namun kebrutalan selanjutnya ditunjukkan polisi terhadap para pemrotes yang dianggap sebagai siswa revolusioner. Tindakan para mahasiswa ternyata menyebabkan demonstrasi yang melibatkan hampir seperempat pekerja di Prancis, untuk melakukan pemogokan yang berakibat aktivitas ekonomi terhenti.

Presiden De Gaulle pada akhirnya menyerukan pemilihan umum lebih awal serta menegosiasikan upah minimum yang lebih tinggi yang berhasil memadamkan "revolusi" tersebut (Maurin & McNally, 2008).

Beberapa kejadian penting ini hanyalah beberapa contoh demonstrasi mahasiswa yang secara langsung atau tidak langsung membentuk sejumlah gerakan politik, sosial dan budaya dalam dua abad terakhir. Tahun 1960an misalnya, mewakili periode fluks sosial dan budaya utama di seluruh dunia Barat dan gelombang protes mahasiswa merupakan inti dari perubahan ini.

Gerakan mahasiswa selama periode tersebut sampai pada garis depan media dan perhatian publik untuk pertama kalinya (Altbach, 1989). Diskusi akademis mengenai protes mahasiswa dan revolusi juga telah banyak berfokus pada gerakan di 1960an. Era pasca Perang Dunia ke-2 masyarakat Barat ditandai oleh ekspansi yang tajam dari universitas dan jenjang pendidikan tinggi (Broadhurst, 2014).

Generasi siswa ini tidak puas dengan cita-cita untuk memperketat gerakan mahasiswa dari para pendahulu mereka, peraturan kampus yang ketat dan ketidaksetaraan cerita sejarah yang dihadapi oleh banyak orang. Dengan demikian, gerakan ini menjadi sumber atau cermin dari perubahan struktur sosial pada saat itu.