sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Agencia Bori: Menjembatani kesenjangan antara sains dan jurnalisme di Brasil

Inisiatif untuk mendukung jurnalis yang meliput pandemi COVID-19 dimulai dengan munculnya kasus pertama di Brasil.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Kamis, 24 Mar 2022 21:13 WIB
Agencia Bori: Menjembatani kesenjangan antara sains dan jurnalisme di Brasil

Agencia Bori merupakan inisiatif berorientasi media nirlaba, didirikan oleh para jurnalis sains pada Februari 2020. Media ini mendukung liputan jurnalistik berdasarkan bukti ilmiah. Sejak kasus pertama penyakit virus corona (COVID-19) di Brasil, inisiatif ini telah bekerja untuk:

Memfasilitasi kontak dengan ilmuwan di seluruh Brasil yang memenuhi syarat dan bersedia untuk berbicara kepada wartawan tentang aspek ilmiah COVID-19.

Memberikan akses, dan menjelaskan kajian ilmiah yang akan dipublikasikan kepada wartawan untuk memungkinkan penerjemahan penelitian menjadi produk redaksional yang menyasar publik.

Menawarkan kursus dan lokakarya untuk jurnalis Brasil tentang cara melaporkan berita terkait COVID-19.

Menyelenggarakan pelatihan media bagi para ilmuwan dan peneliti.

Jurnalis dapat mendaftar melalui situs web proyek secara gratis. Setelah terdaftar, mereka memiliki akses ke koleksi studi peer-review nasional dan internasional baru untuk diterbitkan dalam jurnal atau repositori ilmiah. Mereka juga menerima teks penjelasan dalam bahasa sederhana bersama dengan studi, dan rincian kontak dari penulis yang sesuai. Selain itu, para jurnalis secara berkala diberikan konten ilmiah yang relevan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang berbagai topik terkait COVID-19, dan kesempatan untuk berbicara langsung dengan para peneliti yang melakukan penelitian.

Konteks dan relevansi proyek

Inisiatif untuk mendukung jurnalis yang meliput pandemi COVID-19 dimulai dengan munculnya kasus pertama di Brasil. Pada saat itu, informasi ilmiah dan yang berhubungan dengan kesehatan menjadi berita utama pertama di surat kabar dan media, yang juga membutuhkan jurnalis non-spesialis untuk meliput berita tersebut. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan akan jurnalisme sains berkualitas tinggi.

Tim proyek awalnya memulai gerakan untuk menghubungkan jurnalis dengan ilmuwan, dengan menggambar daftar yang sudah ada yang terdiri dari hampir 500 ilmuwan Brasil dari spesialisasi seperti epidemiologi, imunologi, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Para ahli yang dihubungi bersedia dan memenuhi syarat untuk menjawab pertanyaan wartawan.

Tim kemudian mengarahkan strateginya untuk memantau dan menyebarluaskan penelitian yang dipublikasikan tentang COVID-19 dari beberapa universitas dan institusi Brasil kepada para jurnalis.

Selanjutnya, pada November 2020, diadakan lokakarya yang didukung oleh Sabin Vaccine Institute bagi 50 jurnalis untuk mengklarifikasi kesalahpahaman dan pertanyaan tentang uji klinis yang mempelajari vaksin COVID-19. Peserta dari berbagai daerah di Brasil dan organisasi media dari berbagai skala dapat meningkatkan liputan mereka tentang COVID-19 setelah lokakarya.

Pada bulan Oktober 2021, program bimbingan empat bulan, didukung oleh Sabin Vaccine Institute dan Serrapilheira Institute, InfoVacina, diperkenalkan. Ini ditujukan untuk melatih 25 jurnalis Brasil dalam menceritakan kisah vaksinasi oleh ilmuwan kesehatan dan data.(who)

Berita Lainnya